Berita Terkini
Baubau

Angka Kelahiran di Baubau Menyusut, Dinkes: Keberhasilan Sukses Diatas Target 80-90 Persen

Oleh Murdin · Jumat, 29 Agustus 2025 01:08 WIB · 2 menit baca
Angka Kelahiran di Baubau Menyusut, Dinkes: Keberhasilan Sukses Diatas Target 80-90 Persen
Kabid Kesmas Dinkes Baubau, Jainuddin. (Murdin)

PUBLIKSATU,BAUBAU - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat angka kelahiran di Kota Baubau berhasil ditekan atau terjadi penurunan angka kelahiran dalam 10 tahun terakhir.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Baubau, Jainuddin mengatakan keberhasilan itu tidak terlepas atas peran dua lembaga Pemkot yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB).

"Mungkin nanti bisa dikonfirmasi ke Dinas PPKB artinya dua-duanya ini jalan bahwa kita kebijakan pemerintah untuk menahan lajunya penduduk jalan kemudian kebijakan pemerintah untuk membangun keluarga berkualitas ini jalan," kata Jainuddin, belum lama ini.

Dikatakan, keberhasilan program Keluarga Berencanan (KB) yang menekan angka kelahiran di Baubau paling tidak dilakukan beberapa pendekatan yang kemudian pendekatan itu memberikan hasil menekan angka kelahiran hingga nyaris 100 persen.

"Kalau kita bicara soal program KB, saya kira program KB ini sama-sama dengan Dinas DPPKB ini selalu menunjukan hasil baik artinya baik itu kalau kita bicara kuantitas akseptor kita baik KB pria maupun wanita, KB jangka panjang jangka pendek dan homunal maupun homunal itu selalu diatas target 80-90 persen," jelasnya.

Menurutnya, angka kelahiran tidak melihat lagi dari sisi kuantitas namun lebih menitik beratkan dari sisi kualitas artinya melahirkan generasi yang unggul melalui pendekatan penguatan keluarga.

"Alangkah baiknya memang jumlah penduduk ini kita tahan laju perkembangannya kemudian juga yang sudah lahir ini kita bentuk kualitasnya melalui pendekatan keluarga yaitu jalan semua dua-dunya jalan. Jadi KB sukses kemudian penguatan generasi melalui keluarga berkualitas ini juga kita jalankan," harapnya.

Sehingga paradigma dua anak cukup sebelumnya berubah menjadi duan anak lebih baik sekarang mengalami transformasi menjadi keluarga berkualitas artinya mau dua tiga anak yang keluarganya mampu memberikan jaminan pendidikan, jaminan ekonomi bisa melahirkan generasi lebih baik.

Peliput: Murdin