PD Wanita Islam Kota Baubau Songsong Maulid Nabi Saw

PUBLIK SATU, BAUBAU-Pengurus Daerah Wanita Islam (PD WI) Kota Baubau menyelenggarakan acara Menyongsong Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di lantai dua Masjid Agung Kota Baubau, Kelurahan Wale Kecamatan Wolio, Rabu (3/9) pukul 10.40 hingga 11.50 Wita.
Acara dirangkaikan dengan tasyakuran atas kemenangan tim paduan suara WI Kota Baubau sebagai juara pertama tingkat nasional untuk ketiga kalinya (2023, 2024, 2025) dan doa safar bagi peserta milad Wanita Islam ke-63 di Jakarta (9-11 September 2025) yang dilanjutkan perjalanan umrah plus Mesir (12-21 September 2025).
Turut hadir dalam acara antara lain Wakil Wali (Wawali) Kota Baubau Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, MSc, Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Baubau H. Sanudin, SAg, MA, dan Pimpinan Pondok Pesantren Modern Al-Syaikh Abdul Wahid (SAW) sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Baubau KH. Abdul Rasyid Sabirin, Lc, MA.
Dalam uraian sepatah kata, Ketua PD WI Kota Baubau Hj. Muzifa, SAg menyampaikan perihal prestasi level nasional yang sudah diraih meskipun WI di Kota Baubau baru berdiri selama enam tahun. “Alhamdulillah sudah mengukir nama yang membanggakan, baik di bidang paduan suara maupun di bidang wakaf. Alhamdulillah, kami juga adalah juara terbanyak pengumpul wakaf se-Indonesia dari Kota Baubau,” tuturnya.
Memasuki sesi hikmah tasyakuran dan manasik umrah, KH. Abdul Rasyid Sabirin mengajak ibu-ibu para hadirin agar menjadikan Nabi Muhammad Saw sebagai teladan yang baik. “Semoga kita semua mampu untuk meneladani akhlak Rasulullah Saw. Aamin ya Rabbal ‘alamin,” harapnya.
Abdul Rasyid juga menerangkan tiga macam syukur, yaitu syukur dengan hati, dengan lisan, dan dengan perbuatan setelah mengutip anjuran Al-Qur’an untuk bersyukur di dalam Surat Ibrahim Ayat 7.
Di penghujung acara saat memberi sambutan sekaligus melepas secara resmi jamaah umrah WI Kota Baubau, Wawali Hamsinah Bolu mengisahkan sejarah organisasi WI sebagai transformasi Muslimat Masyumi untuk meneruskan perjuangan. Beliau juga berpesan agar perjuangan dakwah WI harus memperluas tanggung jawabnya. “Kita harus keluar dari organisasi dalam arti harus mulai mencakup tanggung jawab sosial kemasyarakatan,” pintanya.
Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH. Abdul Rasyid Sabirin.(p8)