Berita Terkini
Baubau

Pelni Baubau Klaim, Produksi Peti Kemas pada Semester l Lampaui Target

Oleh Murdin · Senin, 15 September 2025 01:43 WIB · 2 menit baca
Pelni Baubau Klaim, Produksi Peti Kemas pada Semester l Lampaui Target
Kepala cabang Pelni Baubau, Djasman. (Murdin)

PUBLIKSATU, BAUBAU - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Baubau mencatat pada periode semester l terhitung dari bulan Januari hingga Juni 2025 muatan kontainer keluar melebihi target sudah ditetapkan.

Demikian diungkapkan Kepala Cabang (Kacab) PT Pelni (Persero) Baubau, Djasman. Ia mengatakan, pada pencapaian target bahkan melebihi target ini berdampak pada penyerapan anggaran.

"Kalau kita lihat dari perkembangan realisasi anggaran berjalan untuk produksi kontainer yang ada dalam semester l dari bulan Januari-Juni itu kami sudah mencapai di 105 persen dari anggaran yang ada," kata Djasman ditemui beberapa waktu lalu.

"Artinya kita ada kelebihan sudah lima persen dari anggaran yang ada untuk di semester l," kata mantan Kepala cabang Pelni Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Dikatakan, capaian produksi melebihi target tersebut lebih didominasi oleh penggunaan container reefer. Kontainer berpendingin yang digunakan oleh PT Pelni (Persero) untuk mengangkut dan menjaga kesegaran produk sensitif suhu, seperti makanan segar dan beku, ke seluruh Indonesia.

"Cukup bagus untuk pendapatan ini dengan dominasi di kontainer reefer pada muatan produk ikan-ikan beku," bebernya

Tercatat, pencapaian 105 persen produksi ikan-ikan beku dari Baubau untuk diekspor keluar meliputi daerah Jawa dan Jakarta. Pada semester l penyumbang tertinggi ada di bulan Maret dan April.

Menurutnya, di dua bulan tersebut seperti bulan maret dan april karena didukung kondisi yang bagus baik di laut sehingga penangkapan ikan cukup besar sedangkan di darat ikan setelah ditangkap dilakukan pengeringan.

"Yang paling tinggi ya di bulan tiga dan empat itu kita punya produksi untuk reefer itu rata-rata sekitar 20 kontainer perbulannya," tutupnya.

Peliput: Murdin