Peduli Korban Kebakaran Kapal Asal Binongko, ADAB Lanjut Aksi Kemanusiaan

PUBLIKSATU, BAUBAU-Asosiasi Muda Pulau Binongko (ADAB) Kota Baubau kembali melanjutkan aksi kemanusiaan sebagai wujud kepedulian terhadap korban kebakaran kapal di Luwuk, yaitu La Ndesa Bin La Haisa, warga asal Desa Makoro Pulau Binongko.
Penggalangan dana diselenggarakan di Lampu Merah Kilo 1 pada Minggu, (21/9) sore berhasil menggugah simpati masyarakat. Banyak warga ikut berkontribusi, baik melalui donasi langsung maupun dukungan moril. Hal tersebut menjadi bukti konkrit bahwa semangat solidaritas masih hidup dan terjaga di tengah-tengah masyarakat.
Ketua Umum ADAB Baubau Jafar, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan sekadar kegiatan sosial sesaat, melainkan bentuk komitmen organisasi untuk selalu hadir dalam duka dan suka masyarakat. Menurutnya, kepedulian ialah inti dari kemanusiaan.
"Rasulullah SAW bersabda, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah (HR. Bukhari dan Muslim). Prinsip ini menjadi semangat kami untuk mengulurkan tangan, karena memberi jauh lebih bermakna daripada menerima,” ungkap Jafar.
Ia juga menambahkan, ADAB menjadikan sabda Nabi Muhammad SAW sebagai pijakan dalam setiap aksi sosial.
"Beliau SAW bersabda, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Karena itu, kami ingin keberadaan ADAB benar-benar memberi manfaat nyata, sekecil apa pun itu,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Jafar menekankan bahwa aksi kemanusiaan memiliki dimensi spiritual yang besar.
“Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan, barangsiapa menghilangkan satu kesulitan seorang mukmin dari berbagai kesulitan dunia, niscaya Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan pada hari kiamat. Itulah alasan kami menyebut aksi ini sebagai amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus,” jelasnya.
Aksi pun disambut hangat masyarakat Kota Baubau. Dana yang terkumpul akan digunakan sepenuhnya untuk membantu pemulangan jenazah dari Kota Palu menuju Desa Makoro, Binongko. Bagi ADAB, kegiatan tersebut bukan sekadar penggalangan dana, melainkan sebuah pesan kuat bahwa solidaritas dan kemanusiaan masih tetap hidup.(p8)