Berita Terkini
Kepton

Mahasiswa KKN-T Unidayan Dukung Pembangunan Desa

Oleh Asmar · Kamis, 9 Oktober 2025 01:04 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Mahasiswa KKN-T Unidayan Dukung Pembangunan Desa
Mahasiswa KKN-T Unidayan Baubau sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata-Tematik di Desa Lontoi, Kecamatan Siompu, Kabupaten BUTON Selatan. (IST)

PUBLIKSATU, BATAUGA--Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Angkatan XII TA. 2025/2026 merealisasikan Program Kerja di Desa Lontoi, Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan, Jumat (3/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Lontoi, tokoh pemudah, tokoh perempuan, serta masyarakat setempat. Koordinator Kec KKN-T Siompu, Muhammad Alfin menjelaskan program unggulan mahasiswa adalah pemanfaatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berupa oli bekas menjadi sumber energi.

Dalam kegiatan ini, dilakukan penyuluhan dan demonstrasi teknologi tepat guna berupa kompor berbahan bakar oli bekas. Kompor ini dirancang sederhana, mudah dibuat, dan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar lingkungan masyarakat.

Dengan demikian, dukungan Pemerintah Desa Kepala Desa Lontoi, Kadir. S, menyambut baik program tersebut karena sesuai dengan potensi desa, Potensi tersebut mencakup ketersediaan kayu serta limbah oli bekas dari aktivitas perbengkelan kendaraan bermotor serta dari mesin perahu nelayan.

Kendati demikian, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. “Kami mendukung penuh inovasi mahasiswa KKN-T Unidayan Baubau. Kami berharap mahasiswa dapat menuntaskan seluruh program kerja yang telah direncanakan, "ucapnya.

Sementara itu, ditempat yang berbeda dosen pendamping lapangannya, Agus Margana Womal, S.T., MT menambahkan, selama ini, sebagian besar masyarakat di desa tersebut masih menggunakan bahan bakar konvensional seperti kayu bakar dalam bentuk yang tidak efisien untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Menurutnya, penggunaan kayu secara langsung tanpa teknologi pendukung dapat menyebabkan pemborosan energi, menimbulkan asap yang berbahaya bagi kesehatan, dan berpotensi berdampak negatif terhadap lingkungan. Di sisi lain, limbah B3 berupa oli bekas yang seharusnya dapat dimanfaatkan justru dibuang begitu saja sehingga menyebabkan pencemaran tanah dan air.

Dengan pendekatan kolaboratif antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan. Adanya transfer ilmu dan teknologi secara langsung diharapkan dapat mempercepat proses pemberdayaan masyarakat, mendorong terciptanya inovasi lokal, serta meningkatkan daya saing desa dalam jangka panjang. (p2).

Bagikan