Bupati Kabupaten Buru dan Rombongan di Kamali Baadia

PUBLIKSATU, BAUBAU-Bupati Buru Ikram Umasugi, SE bersama istri Mohra Ikram Umasugi dan rombongan berkunjung ke Istana Kamali Baadia, Kelurahan Baadia Kecamatan Murhum pada Minggu (26/10) pada pukul 10.00 Wita, pasca bertolak dari kunjungan ke Benteng Keraton Kesultanan Buton, Kelurahan Melai Kecamatan Murhum pada pukul 09.00 Wita untuk menziarahi Makam Sultan Murhum dan beberapa situs bersejarah dalam areal benteng.
Kunjungan ke Kamali Baadia tersebut dalam rangka duduk dalam majelis adat bersama Sultan Buton ke-41 Paduka Yang Mulia (PYM), Ir. H. LM. Sjamsul Qamar, MT, IPU dan perangkat Lembaga Adat Kesultanan Buton (LAKB).
Dalam kesempatan majelis adat, Bupati Buru masa jabatan 2025-2030 tersebut menceritakan perihal kedatangannya ke Negeri Khalifatul Khamis dilatarbelakangi oleh dua hal. Pertama, dari sisi historis beliau merupakan bagian dari Tana Wolio melalui moyangnya yang bergelar Ode. Kedua, dalam rangka memenuhi nazar atas terpilih sebagai bupati.
Sebelumnya atas saran para tokoh di Kabupaten Buru, kunjungan pertama ke Negeri Khalifatul Khamis sudah pernah dilakukan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut saat maju sebagai calon bupati untuk melengkapi nilai-nilai spiritual.
“Ketika itu saya berjanji bahwa setelah selesai saya terpilih, saya akan kembali lagi ke Tana Wolio untuk melengkapi rukun-rukun yang tadi dan alhamdulillah hari ini saya bisa tiba di sini. Saya dan rombongan menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada paduka yang mulia dan seluruh staf kerajaan yang telah menyambut kami dengan senang hati dan penuh dengan kekeluargaan,” ujarnya.
Merespon ujaran Bupati Buru, Sultan Sjamsul Qamar turut mengucapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan Bupati Buru dan rombongan ke Kamali Baadia. “Terima kasih sebesarnya telah datang atau pun hadir di Buton di Kamali Baadia ini, rumah Sultan Buton. Tentunya, banyak hal yang dapat kita peroleh pada pertemuan silaturahim ini,” ucapnya.
Jelang pukul 12.00 Wita, rangkaian acara majelis adat yang dipandu oleh Lakina Kamaru Laode Yusri tersebut dilanjutkan dengan istirahat dan santap siang bersama.(p8)