Berita Terkini
Baubau

Kolaborasi dan Edukasi Jadi Kunci Wa Zamria Tekan Angka Stunting di Batupoaro

Oleh Murdin · Jumat, 5 Desember 2025 02:12 WIB · 2 menit baca
Kolaborasi dan Edukasi Jadi Kunci Wa Zamria Tekan Angka Stunting di Batupoaro
Dra. Wa Zamria, Penyuluh KB Kecamatan Batupoaro. ((Foto Murdin))

PUBLIKSATU, BAUBAU – Dra. Wa Zamria, Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Batupoaro, Kota Baubau, mengungkapkan solusi efektif untuk menekan angka kasus stunting melalui pendekatan yang terstruktur, menekankan pada kolaborasi dan edukasi kesehatan ibu dan anak.

1. Kolaborasi Lintas Sektor

Kolaborasi penyuluh KB sangat vital, terutama dalam aspek Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Menurut Wa Zamria, Penyuluh KB berperan sentral dalam memberikan informasi, penyuluhan, dan dukungan praktik keluarga sehat.

"Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan layanan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan stunting," jelas Wa Zamriah.

Kolaborasi yang solid melibatkan Penyuluh KB, Petugas Kesehatan, Kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan masyarakat, yang diharapkan dapat terus menurunkan angka stunting demi terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

2. Edukasi dan Pemantauan Kesehatan

Penyuluh KB mengemban tugas penting dalam edukasi dan penyuluhan dengan fokus pada:

Jarak Kelahiran Sehat: Mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya jarak kelahiran ideal, yakni 3 sampai 5 tahun.

Gizi dan ASI Eksklusif: Memastikan pemenuhan gizi Ibu hamil dan mendorong pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan anak.

Edukasi ini membantu keluarga memahami langkah preventif stunting sejak dini.

Selain edukasi, Penyuluh KB juga aktif dalam pemantauan kesehatan Ibu dan Anak melalui kerja sama dengan tenaga kesehatan, kader posyandu, dan TPK. Pemantauan ini mencakup:

Penimbangan berat badan dan pemeriksaan tinggi badan balita.

Memastikan ibu hamil mendapatkan pemeriksaan antenatal yang tepat.

Mendorong konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia pada ibu hamil, yang dapat berdampak pada stunting.

Memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada ibu hamil, pasca persalinan, dan calon pengantin.

Peningkatan Kapasitas dan Tantangan

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus memperkuat peran Penyuluh KB melalui pelatihan dan lokakarya, seperti pendampingan calon pengantin, untuk meningkatkan pemahaman mereka dalam menciptakan keluarga berkualitas dan mencegah stunting.

Meskipun peran Penyuluh KB sangat vital, Wa Zamria mengakui adanya tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya motivasi, dan rendahnya pengetahuan masyarakat. Oleh karena itu, ia merekomendasikan:

Peningkatan kapasitas Penyuluh KB melalui pelatihan berkelanjutan.

Dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi program penurunan stunting.

"Dengan kolaborasi yang solid... diharapkan angka untuk stunting di Indonesia dapat terus menurun menuju generasi yang lebih sehat dan berkualitas, sehingga tercipta Generasi Emas Indonesia 2045," tutup Wa Zamria.

Peliput: Murdin