Berita Terkini
Kepton

Wakatobi Jadikan Sektor Maritim Fondasi Utama Pembangunan Berketahanan Iklim

Oleh Suparman · Jumat, 5 Desember 2025 00:42 WIB · 2 menit baca
Wakatobi Jadikan Sektor Maritim Fondasi Utama Pembangunan Berketahanan Iklim

PUBLIKSATU, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Wakatobi memperkuat komitmennya dalam mengintegrasikan strategi keberlanjutan dan ketahanan iklim dalam rencana pembangunan daerah. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati Wakatobi, H. Haliana, saat menghadiri Lokakarya Desiminasi Hasil Laboratorium Pembangunan Berketahanan Iklim (PBI) yang diselenggarakan di The Tribrata, Hotel & Convention Center (3/12/2025).

Bupati Haliana menekankan bahwa identitas geografis Wakatobi, yang memiliki komposisi wilayah sekitar 97 % Laut, secara alami menempatkan sektor maritim sebagai fondasi utama dan tak tergantikan bagi pembangunan daerah. Ini menjadikan adaptasi terhadap perubahan iklim di wilayah pesisir sebagai prioritas utama.

Kondisi faktual ini menjadi dasar penetapan visi jangka menengah daerah. Visi RPJMD 2025–2029 Kabupaten Wakatobi secara eksplisit dicanangkan sebagai “Menjadi Kabupaten Maritim yang Sentosa dan Berkelanjutan,” dengan menetapkan sektor kelautan dan perikanan sebagai sektor unggulan yang wajib dijaga kelestariannya.

Dalam pernyataannya, Bupati Haliana menggarisbawahi pentingnya pendekatan berkelanjutan. “Wakatobi adalah daerah maritim, sehingga pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan ekologi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya menegaskan bahwa ekologi dan ekonomi harus berjalan beriringan.

Ia turut menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif dan dukungan kolaboratif yang diterima Wakatobi. Laboratorium PBI merupakan program strategis yang didukung oleh Bappenas, UNDP, serta kementerian dan lembaga terkait, yang dinilai vital dalam merumuskan solusi adaptasi.

“Program Laboratorium PBI ini merupakan bentuk kolaborasi nyata untuk menjawab tantangan perubahan iklim, khususnya bagi daerah pesisir seperti Wakatobi,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati Haliana memaparkan langkah-langkah konkret yang diambil Wakatobi melalui solusi berbasis ekosistem. Langkah ini mencakup pemasangan apartemen ikan, atraktor cangkang kerang, dan pelatihan bubu lipat untuk komunitas nelayan.

Solusi ini dipilih karena tujuannya ganda: tidak hanya untuk merehabilitasi habitat laut yang rusak, tetapi juga untuk mempromosikan praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan, menggantikan metode yang merusak.

Bupati Haliana menyatakan optimismenya bahwa inovasi ini akan membawa dampak positif yang signifikan. “Kami berharap inovasi ini mampu meningkatkan produksi perikanan yang berkelanjutan sekaligus memberi dampak langsung pada kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan di Wakatobi” pungkasnya (p7)