Berita Terkini
Baubau

Sambut Deep Learning dan KKA, Guru di Baubau dan Busel Manfaatkan Libur untuk Tingkatkan Kompetensi

Oleh Murdin · Selasa, 23 Desember 2025 03:03 WIB · 2 menit baca
Sambut Deep Learning dan KKA, Guru di Baubau dan Busel Manfaatkan Libur untuk Tingkatkan Kompetensi
Kepala KCD Dikbud Provinsi Sultra, Mastuti bersama sejumlah Kepsek di Baubau dan Busel. ((Foto Murdin))

PUBLIKSATU, BAUBAU - Menjelang pergantian semester, para tenaga pendidik di wilayah kerja Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Rayon Baubau dan Buton Selatan (Busel) didorong untuk terus memperkaya diri.

Masa libur sekolah diharapkan menjadi momentum bagi guru untuk mempersiapkan diri, baik dari sisi keterampilan maupun pengetahuan.

Kepala KCD Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Rayon Baubau dan Buton Selatan, Mastuti, menegaskan pentingnya para guru memiliki perencanaan pembelajaran yang "siap pakai" sebelum proses belajar mengajar semester depan dimulai.

Langkah ini diambil guna merespon dinamika kebijakan pendidikan terbaru, yakni penerapan kurikulum dengan pendekatan pembelajaran mendalam atau Deep Learning serta pengenalan materi Koding Kecerdasan Artifisial (KKA).

"Semua guru harus siap. Siap tidak siap, harus siap. Apalagi kebijakan saat ini sifatnya menyempurnakan kebijakan sebelumnya, sehingga guru juga harus menyempurnakan kompetensinya mengikuti aturan baru ini," ujar Mastuti ditemui di kantornya, Senin (22/12/2025).

Mastuti memberikan apresiasi kepada para Kepala Sekolah yang memiliki kesadaran tinggi dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidiknya. Hebatnya, semangat peningkatan kompetensi ini tidak hanya terlihat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau sekolah-sekolah di wilayah pelosok.

Beberapa poin penting terkait pelaksanaan pelatihan guru di wilayah Busel antara lain:

1. Pemerataan Pelatihan. Sekolah di wilayah kepulauan dan pelosok seperti Batuatas, Siompu, dan Kadatua aktif melaksanakan Pendidikan dan Latihan (Diklat).

2. Satuan Pendidikan Terlibat. Institusi seperti SMA 5 dan SMK 6 menjadi contoh sekolah yang rutin mengadakan diklat internal untuk membekali guru-gurunya.

3. Kesiapan Menghadapi Tantangan. Pelatihan ini bertujuan agar guru tidak gagap saat menghadapi tantangan pendidikan yang semakin besar dan kompleks di masa depan.

Melalui persiapan yang matang selama masa liburan, para guru diharapkan mampu menyusun perangkat pembelajaran yang lebih relevan dan aplikatif. Dengan demikian, ketika memasuki semester baru, kualitas interaksi belajar mengajar di kelas dapat meningkat secara signifikan sejalan dengan semangat kurikulum yang baru.

Peliput: Murdin