Unidayan Baubau Go International, Gelar Webinar internasional Gandeng Pakar dari Tiga Negara

PUBLIKSATU.BAUBAU – Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau terus menunjukkan eksistensinya di kancah global. Melalui Program Studi Magister (S2) Pendidikan Bahasa Inggris, Unidayan sukses menyelenggarakan Webinar Internasional bertajuk "Teaching to Think Differently: Language, Culture, Perspective, and Critical Inquiry in Film Studies" pada Selasa malam (23/12/2025).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom ini menghadirkan tiga narasumber lintas negara yang ahli di bidangnya: Prof. Herawaty Abbas, Ph.D. (Universitas Hasanuddin, Indonesia) Eliza Sassu (Kandidat Ph.D., University of Montreal, Kanada) Yadukrishnan P.T., Ph.D. (Assistant Professor, Christ University, Bangalore, India) Meningkatkan Popularitas dan Jejaring Global Rektor Unidayan Baubau, Ir. LM Sjamsul Qamar, MTa, IPU., menyampaikan bahwa webinar ini merupakan langkah strategis universitas untuk "Go International".
Menurutnya, penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam seminar ini menjadi kunci untuk mengangkat popularitas Unidayan di level nasional maupun internasional.
"Kita menginginkan Unidayan semakin dikenal luas. Dengan adanya narasumber dan peserta dari berbagai negara, kita sedang membangun jaringan global yang kuat. Ini penting untuk perkembangan kampus ke depan," ujar Sjamsul Qamar.
Beliau juga mengapresiasi peran dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Ibu Nani Cahyani, yang merupakan alumni India. Berkat jaringan internasional yang dimilikinya, Unidayan mampu berkolaborasi dengan akademisi dari Kanada hingga India.
Selain sebagai bentuk pengabdian masyarakat bagi para dosen, webinar ini mendapat antusiasme luar biasa dari mahasiswa Unidayan. Materi mengenai studi film yang dikaitkan dengan bahasa dan budaya memberikan perspektif baru yang segar bagi civitas akademika.
"Mahasiswa sangat berminat karena mereka mendapatkan hal-hal baru, terutama terkait perkembangan budaya dan bahasa Inggris langsung dari pakar luar negeri," tambahnya.
Dengan demikian harapan ke depannya, pihak rektorat berharap kegiatan berskala internasional ini tidak hanya berhenti sampai di sini. Rektor menargetkan agar seminar internasional dapat menjadi agenda tetap di Unidayan.
"Harapan saya, kegiatan seperti ini diadakan rutin, mungkin setiap satu atau dua bulan sekali. Kita ingin Unidayan menjadi pusat diskusi intelektual yang diakui secara global," pungkas Rektor Unidayan.(p2).