Berita Terkini
Kepton

2026 Titik Tolak Perbaikan, Wakil Bupati Buton : Anggaran Rp1,3 miliar untuk pengadaan armada pemadam kebakaran

Oleh Jeklin Syabab · Jumat, 9 Januari 2026 02:32 WIB · 2 menit baca
2026 Titik Tolak Perbaikan, Wakil Bupati Buton : Anggaran Rp1,3 miliar untuk pengadaan armada pemadam kebakaran

PUBLIKSATU, PASARWAJO – Pemerintah Kabupaten Buton menegaskan komitmennya menjadikan tahun 2026 sebagai titik tolak perbaikan berbagai sektor, khususnya pemulihan pasar pascakebakaran dan peningkatan layanan pemadam kebakaran.

Pemerintah mengajak seluruh pihak tetap optimistis menghadapi tahun 2026. “kita harus semangat. Kita ambil pelajaran. Kalau ada yang bilang tahun 2026 suram, jangan. Kita harus optimis, Insya Allah dari bulan ke bulan akan lebih baik,” ujar Wakil Bupati Buton beum lama ini.

Ia menjelaskan, tahun 2026 akan difokuskan sebagai momentum perbaikan pasar. Selain mempertahankan aktivitas perdagangan di lokasi saat ini sesuai permintaan pedagang, pemerintah juga menyiapkan Pasar di tempat lain sebagai alternatif lokasi berjualan.

“Ini atas permintaan pedagang juga. Kita sebenarnya ingin tetap di sini. Informasi yang saya dapatkan, bupati juga mengakui hal itu,” katanya.

“Sejak 2015 hingga 2025 kita hanya punya satu unit. Itu pun bukan baru. Tapi menurut informasi dari Dinas Pemadam Kebakaran, mobil tersebut masih bisa diperbaiki dengan anggaran sekitar Rp100 juta hingga Rp200 juta,” jelasnya.

Ia menilai usulan agar setiap kecamatan memiliki mobil pemadam kebakaran merupakan masukan yang sangat baik dan perlu direalisasikan secara bertahap. Namun demikian, kondisi anggaran daerah yang terbatas menjadi tantangan tersendiri.

“Ini kita bicara secara global. Kondisi keuangan terbatas, tapi kita bisa mengantisipasi dengan membangun hubungan baik antardaerah. Prinsipnya take and give.” ujarnya.

Untuk tahun 2026, pemerintah telah menempatkan pengadaan dan perbaikan armada pemadam kebakaran sebagai skala prioritas. Anggaran sekitar Rp1,3 miliar disiapkan untuk pengadaan unit baru, sementara biaya perbaikan armada lama dialokasikan di luar anggaran tersebut.

“Yang darurat-darurat ini bisa kita lakukan. Tinggal bagaimana merealisasikan anggarannya,” pungkasnya.(P4)