Presiden Prabowo: Tim Pertanian Contoh Kerja Pemerintah yang Berprestasi dan Membanggakan
Bagikan

PUBLIKSATU, BALIKPAPAN — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan contoh nyata kerja pemerintah yang berprestasi dan membanggakan, sekaligus menjadi fondasi tumbuhnya kepercayaan diri bangsa.
Keberhasilan tim pertanian, menurut Presiden Prabowo, membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri sebagai bangsa yang berdaulat dan percaya diri.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pada peresmian Kilang Minyak Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Senin (12/01/2026).
Presiden menegaskan bahwa capaian sektor pertanian memiliki arti strategis bagi bangsa, tidak hanya dari sisi produksi pangan, tetapi juga dalam membangun kepercayaan diri nasional.
“Saya kira harus diakui prestasi dan pekerjaan daripada tim ekonomi kita, tim pertanian kita membanggakan. Ya. Dan ini bukan kita apa menepuk dada, tapi ini harus kita lakukan. Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri, bangsa yang selalu merasa kalah, merasa selalu tidak mampu bersaing sama bangsa lain. Kita tidak boleh. Di setiap bidang kehidupan kita harus menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang percaya diri, bangsa yang mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden menjelaskan bahwa keberhasilan di sektor pertanian merupakan hasil kerja keras, konsistensi kebijakan, serta sinergi lintas kementerian dan lembaga sejak awal masa pemerintahannya.
Target besar swasembada pangan yang sebelumnya dipatok empat tahun, justru mampu dicapai jauh lebih cepat dari perencanaan awal.
“Waktu saya mengambil alih ke pimpinan nasional setelah saya menerima mandat dari rakyat, saya dilantik tanggal 20 Oktober. Saya beri target kepada tim saya untuk sasada beras dalam waktu 4 tahun. Ternyata kita berhasil dalam 1 tahun. Ini sesuatu yang tidak diduga-duga oleh siapapun. Ini hasil kerja keras daripada tim kita dari sinergi kabinet yang saya pimpin. K/L – K/L bekerja sama semuanya. Kita memangkas regulasi yang tidak masuk akal,” kata Presiden Prabowo.
Salah satu terobosan besar yang disoroti Presiden Prabowo adalah pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan utama petani.
Presiden menggambarkan rumitnya birokrasi distribusi pupuk di masa lalu yang membuat petani kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi.
“Dulu pupuk sulit langka para petani menjerit. Pabrik pupuk milik negara. Pupuk kita subsidi. Tetapi sampai ke petani sangat sulit. Waktu itu ada 145 peraturan. 145 peraturan. Ada 11 K/L yang harus menyetujui, harus juga tanda tangan gubernur dan bupati. Jadi dari pabrik sampai ke petani mungkin dibutuhkan 13 tanda tangan. Bayangkan”
Presiden Prabowo kemudian menegaskan bahwa pemerintah mengambil langkah tegas dengan memangkas seluruh regulasi yang menghambat, sehingga distribusi pupuk dapat langsung dirasakan petani di lapangan.