Berita Terkini
Nasional

Komisi IV DPR RI Apresiasi Gerak Cepat Mentan Tanggap Bencana Sumatra

Oleh Ramli Akhmad · Kamis, 15 Januari 2026 11:23 WIB · 3 menit baca
Komisi IV DPR RI Apresiasi Gerak Cepat Mentan Tanggap Bencana Sumatra

PUBLIKSATU, JAKARTA – Komisi IV DPR RI mengapresiasi langkah cepat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian dalam merespons bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumater Barat. Gerak cepat tersebut dinilai sangat membantu petani dan masyarakat yang terdampak banjir besar.

Apresiasi disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, atau akrab disapa Titiek Soeharto. Ia mengungkapkan terima kasih atas keterlibatan dan gotong royong semua pihak termasuk Mentan Amran dan jajaran Kementerian Pertanian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan bantuan baik moril maupun materil. Terima kasih …

[06.14, 14/1/2026] Suwardi Thahir: Mentan Amran Tegaskan Kementan Terus Bergerak Cepat Dampingi Petani Terdampak Bencana Sumatera

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak mendampingi petani serta menangani pemulihan sektor pertanian sejak hari pertama hingga saat ini pascabencana yang melanda tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ia mengatakan, laporan bencana setiap hari terus diterima dan langsung dikoordinasikan untuk langsung bergerak menurunkan tim ke lapangan agar sektor pertanian tetap terlindungi dan petani segera mendapatkan bantuan.

Mentan Amran menegaskan bahwa keselamatan petani dan keberlangsungan produksi pangan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, Kementan melalui jajaran teknisnya langsung melakukan pendataan kerusakan lahan, sarana produksi, serta dampak terhadap tanaman pangan dan hortikultura di wilayah terdampak banjir dan bencana lainnya.

“Kami tidak menunggu lama. Begitu mendapat laporan dari daerah, tim langsung turun. Negara harus hadir di saat petani menghadapi musibah,” tegas Mentan Amran saat menghadiri raker bersama Komisi IV DPR RI, Rabu, 14 Januari 2026.

Berdasarkan data per 13 Januari 2026, luas sawah terdampak di ketiga provinsi mencapai 107.324 hektare. Rinciannya, sawah rusak ringan seluas 56.077 hektare, rusak sedang 22.152 hektare, dan rusak berat 29.095 hektare. Dari total tersebut, lahan tanaman padi dan jagung yang mengalami puso atau gagal panen mencapai 44,6 ribu hektare.

Selain itu, lahan perkebunan non-sawit seperti kopi, kakao, dan kelapa dalam terdampak seluas 29.310 hektare. Lahan hortikultura yang rusak mencapai 1.803 hektare, sementara jumlah ternak mati atau hilang tercatat lebih dari 820 ribu ekor.

Kementan juga mencatat kerusakan infrastruktur pertanian, antara lain 58 unit Rumah Potong Hewan (RPH), 2.300 unit alsintan hilang, 74 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) rusak, 3 bendungan rusak, jaringan irigasi rusak sepanjang 152 kilometer, serta 820 unit jalan produksi terdampak.

Sebagai bentuk respons cepat, Kementan menyalurkan bantuan darurat berupa mesin pertanian (alsintan) untuk mempercepat pemulihan lahan pascabencana. Selain itu, Kementan juga menyiapkan langkah rehabilitasi lahan pertanian agar aktivitas tanam dapat segera kembali dilakukan.

Di Aceh, kata Mentan, tim Kementan berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah, dinas pertanian setempat, serta kelompok tani untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan. Sementara di Sumatera Utara, Kementan fokus pada percepatan normalisasi lahan pertanian terdampak banjir agar tidak mengganggu musim tanam dan produksi pangan regional.