Berita Terkini
Nasional

Mentan Amran Libatkan Purnabakti Kementan, Perkuat Pembangunan Pertanian Nasional

Oleh Ramli Akhmad · Sabtu, 24 Januari 2026 19:44 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Mentan Amran Libatkan Purnabakti Kementan, Perkuat Pembangunan Pertanian Nasional

PUBLIKSATU, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya peran purnabakti Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai aset strategis bangsa dalam memperkuat pembangunan pertanian nasional.

Menurut Mentan Amran, pengalaman dan keahlian para purnabakti merupakan modal utama dalam mengawal transformasi pertanian dari hulu hingga hilir melalui kebijakan yang tepat, manajerial yang kuat, serta keberanian membenahi regulasi.

“Negara sangat membutuhkan pemikiran, pengalaman, dan keahlian Bapak dan Ibu semua. Ilmu yang dimiliki para purnabakti tidak tergantikan dan tidak bisa diperjualbelikan. Inilah yang bisa menjadi kekuatan utama kita dalam membangun pertanian nasional,” ujar Mentan Amran dalam pertemuan yang dihadiri purnabakti Kementan, yang terdiri atas mantan Menteri Pertanian serta purnabakti pejabat Eselon I, II, dan III dari berbagai lintas bidang dan periode kepemimpinan di Kalibata, Jakarta, Jumat (23/1/26).

Mentan Amran menambahkan bahwa keberhasilan sektor pertanian selama ini tidak lepas dari kontribusi para senior Kementan yang telah mengabdi puluhan tahun. Oleh karena itu, keterlibatan purnabakti dalam bentuk pemberian masukan, pendampingan teknis, hingga pengawalan kebijakan dinilai sangat penting untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Pengalaman puluhan tahun para purnabakti adalah fondasi kuat bagi generasi penerus. Kami ingin membangun budaya kerja yang berkesinambungan, di mana para senior tetap berperan memberikan arahan dan nasihat strategis,” tambah Mentan Amran.

Dalam suasana silaturahmi tersebut, Mentan Amran turut memaparkan arah dan program kerja Kementan dalam penguatan pembangunan sektor pertanian. Ia menjelaskan bahwa Kementan saat ini tidak hanya mendorong pengembangan sektor pangan, tetapi juga fokus memperkuat sektor perkebunan, peternakan, dan subsektor lainnya hingga ke hilirisasi sebagai bagian dari strategi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing ekspor.

“Untuk sektor perkebunan, pada tahun ini Kementerian Pertanian memfokuskan pengembangan pada sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa, kopi, kakao, tebu, pala, dan komoditas strategis lainnya, seiring dengan terbukanya peluang besar di pasar global,”kata Mentan.

Upaya dan arah kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Pertanian periode 1998–2003, Justika Baharsjah. Menurutnya, pertemuan antara Mentan Amran dan para purnabakti menjadi forum strategis untuk memahami posisi serta arah pembangunan pertanian nasional ke depan.

“Saya kira pertemuan dengan Pak Amran tadi sangat baik. Kita jadi tahu dengan jelas di mana posisi kita sekarang dan apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan kondisi pertanian ke depan. Ini penting agar kita tidak jalan di tempat,” ujar Justika.

Justika menilai, di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian Indonesia menunjukkan kemajuan yang signifikan dan semakin terarah, bahkan memperoleh pengakuan positif dari berbagai pihak, termasuk di tingkat internasional.

“Kemajuan sektor pertanian di bawah kepemimpinan Pak Amran dinilai sangat baik dan mendapat pengakuan dari luar. Saya sangat mengapresiasi upaya beliau yang terus mendorong kemajuan dan tidak berhenti pada capaian yang ada,” tegasnya.

Sementara Menteri Pertanian periode 2004–2009, Anton Apriyantono, menilai capaian sektor pertanian saat ini merupakan prestasi positif yang patut dibanggakan, namun menekankan pentingnya fokus yang lebih spesifik, khususnya pada swasembada beras yang berkelanjutan.

“Saya kira banyak capaian positif yang diraih, dan itu tentu menjadi sesuatu yang membanggakan. Namun ke depan, arah kebijakan perlu semakin spesifik, misalnya dalam konteks swasembada beras, agar targetnya jelas dan terukur,” ujar Anton.

Bagikan