Lakalantas Beruntun, Toyota Rush Ringsek Usai Adu Banteng dengan Truk Tangki

PUBLIKSATU, BAUBAU – Ruas jalan poros Kapontori-Baubau mendadak mencekam pada Kamis siang (05/03/2026). Sebuah kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan besar terjadi di Desa Kamelanta, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, sekitar pukul 11.30 WITA.
Kasat Lantas Polres Buton Iptu M. Arifudin menyatakan insiden ini melibatkan satu unit Mobil Truck Tangki Hino merah (DT 8077 AG), sebuah Toyota Rush hitam (DT 48), dan Mitsubishi Pajero hitam (DT 1887).
Kronologi Kejadian: Hilang Kendali di Jalur Menikung dimana kejadian bermula saat mobil Toyota Rush yang dikemudikan oleh Fendy Wahyudi, S.IP, bergerak beriringan dengan Mitsubishi Pajero yang disopiri Hardiman (41) dari arah Kapontori menuju Kota Baubau.
Nahas, saat melintasi jalan lurus yang agak menikung di Desa Kamelanta, mobil Toyota Rush tiba-tiba keluar jalur ke sebelah kanan. Di saat yang bersamaan, muncul Truk Tangki Hino merah yang dikemudikan oleh Marwan (33) dari arah berlawanan,"tutur pangkat dua balok di pundak ini.
"Mobil Toyota Rush keluar jalur sehingga menabrak truk tangki yang bergerak dari arah Kota Baubau. Karena jarak yang terlalu dekat, Mitsubishi Pajero yang berada di belakang Rush tidak dapat menghindar dan ikut menghantam bagian belakang mobil di depannya," ungkap Iptu M. Arifudin
Kondisi Korban dan Penanganan Medis,
Benturan keras tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada kendaraan, terutama Toyota Rush. Sang pengemudi, Fendy Wahyudi, dilaporkan mengalami luka robek pada pipi kanan dan memar serius di bagian dada.
Tiga penumpang di dalam Toyota Rush juga menjadi korban luka, di antaranya, Indri Nopriani (42): Mengalami luka pada bagian kepala, Usnia (53): Mengalami luka-luka di sekujur tubuh, La Ode Chairul Ulum (47): Mengalami luka-luka.
Para korban sempat mendapatkan perawatan medis awal di Puskesmas Barangka sebelum akhirnya dirujuk ke RS Siloam Kota Baubau untuk penanganan lebih lanjut, sementara itu, pengemudi Truk Tangki dan pengemudi Mitsubishi Pajero dilaporkan selamat tanpa luka sedikitpun.
Iptu M. Arifudin menghombau bagi Pengendara Jalur poros Kapontori-Baubau, khususnya di area Desa Kamelanta, memang dikenal memiliki karakteristik jalan yang menipu. Pengendara diimbau untuk selalu menjaga konsentrasi, terutama saat melintasi jalur lurus yang diikuti tikungan tajam guna menghindari insiden serupa,"tutupnya.(p3)