Antisipasi Lonjakan Mudik, ASDP Baubau Alihkan KMP Bahteramas II ke Lintasan Labuan-Amolengo

PUBLIKSATU, BAUBAU - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Baubau memastikan kesiapan armada angkutan Lebaran Idul Fitri dengan melakukan strategi pengalihan kapal. Berdasarkan hasil analisa dan koordinasi lintas instansi, KMP Bahteramas II yang biasanya melayani rute Kamaru-Wanci akan diperbantukan untuk melayani lintasan padat Labuan-Amolengo.
Kepala Cabang ASDP Baubau, Zallivan Ramadhana Miraza, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil menindaklanjuti permintaan Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait penambahan armada di titik-titik krusial mudik.
Zallivan menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan analisa mendalam terhadap beberapa lintasan pantauan, termasuk rute Baubau-Waara, Torobulu-Tampo, dan Kendari-Langara. Namun, dari hasil evaluasi, tidak ditemukan kapal di lintasan tersebut yang bisa digeser tanpa mengganggu operasional rutin.
"Kami mencari kapal yang bisa memberikan dampak muatan signifikan, frekuensi trip yang tidak terlalu padat di lintasan asalnya, dan adanya kapal pengganti yang siap berjaga. Dari parameter tersebut, potensi ada pada KMP Bahteramas II," ujar Zallivan ditemui disalah satu restoran di Baubau, Kamis (12)03/2026).
Mengingat KMP Bahteramas II merupakan kapal layanan subsidi perintis, pihak ASDP telah berkoordinasi dan mendapatkan restu dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) selaku pemberi kerja, serta Dinas Perhubungan Provinsi Sultra.
Rencananya, KMP Bahteramas II akan mulai diperbantukan di lintasan Labuan-Amolengo terhitung sejak H-5 hingga H+5 Lebaran.
Untuk memastikan konektivitas di rute yang ditinggalkan tidak terputus, ASDP telah menyiapkan skema substitusi armada. Selama masa penugasan sementara tersebut, rute Kamaru-Wanci akan dilayani oleh KMP Sultan Murhum II.
"Jadi nanti KMP Sultan Murhum II akan tetap melayani rute perintis eksistingnya, ditambah dengan melayani lintasan Kamaru-Wanci selama KMP Bahteramas II diperbantukan di Labuan-Amolengo," tambah Zallivan.
Langkah ini diharapkan dapat mengurai potensi antrean panjang di Pelabuhan Labuan-Amolengo yang menjadi salah satu titik tersibuk selama arus mudik dan balik di wilayah Sulawesi Tenggara.
Peliput: Murdin