Duka di Penghujung Ramadan: Puting Beliung Terjang Desa One Waara Jelang Idul Fitri

PUBLIKSATU, LABUNGKARI - Suasana khidmat menanti malam takbiran di Desa One Waara, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, berubah menjadi mencekam. Bencana angin puting beliung disertai hujan lebat menerjang wilayah tersebut pada Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 17.15 WITA, tepat sesaat sebelum warga berbuka puasa di penghujung bulan Ramadan.
Peristiwa nahas ini terjadi hanya sehari sebelum perayaan Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada Sabtu (21/3/2026). Meski tidak ada korban jiwa, enam unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan serius.
Menurut keterangan warga, fenomena alam ini terjadi sangat cepat. Dalam hitungan menit, pusaran angin kencang langsung menghantam permukiman di tiga dusun, yakni Dusun Lampangura, Dusun Kaiselai dan Dusun Wamengkoli.
Angin kencang tersebut menerbangkan material bangunan, terutama bagian atap rumah warga.
"Kurang lebih 6 rumah terdampak dan sebagian mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi dari sedang dan yang cukup parah dengan kondisi atapnya di Terbangkan Angin serta bagian bangunan yang roboh dari separuh badan rumah,” ini terjadi di 3 Dusun yaitu Dusun Lampangura dan Dusun Kaiselai serta Dusun Wamengkoli Desa One Waara. Ada yang atapnya terbang," ujar Pak Kamil, salah seorang anggota BPD Desa One Waara yang menyaksikan kejadian tersebut.
Berdasarkan laporan sementara, empat rumah yang mengalami kerusakan adalah milik:
1. Kediaman (Alm) Bapak La Ungke
2. Kediaman (Alm) Bapak La Harisi
3. Bapak La Minggu
4. Ibu Marni
5. Bapak Jamal
6. Bapak Iqra Iba
Saat kejadian berlangsung, tiga rumah di antaranya sedang berisi penghuni, sementara tiga rumah dalam kondisi tidak berpenghuni. Beruntung, seluruh penghuni berhasil selamat tanpa mengalami luka-luka.
Hingga hari ini, Sabtu (21/3/2026), yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, para korban terpaksa merayakan hari kemenangan dalam kondisi memprihatinkan. Mereka masih bertahan di rumah masing-masing dengan kondisi darurat dan peralatan seadanya di bawah bayang-bayang kerusakan bangunan.
Warga kini sangat mengharapkan uluran tangan, mengingat perbaikan rumah memerlukan biaya yang tidak sedikit di tengah situasi hari raya.
Pasca kejadian menjadi harapan dari warga terdampak adanya perhatian dari pihak terkait khususnya dalam perbaikan rumah yang mengalami kerusakan cukup parah dan kebutuhan logistik harian.
“Semoga ada bantuan yang segera datang, baik dari pemerintah maupun para dermawan,” harap Pak Kamil mewakili warga terdampak.
Kebutuhan mendesak yang diperlukan saat ini meliputi:
1. Material bangunan (terutama atap/seng) untuk perbaikan darurat.
2. Bantuan logistik dan makanan siap saji.
3. Terpal untuk penutup sementara bagian rumah yang terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, warga yang terdampak masih membersihkan puing-puing bangunan sembari menantikan bantuan resmi dari pihak terkait. (m1)