Berita Terkini
Baubau

Kinerja Melejit, ASDP Baubau Catat Kenaikan Penumpang 17 Persen Selama Angkutan Lebaran 2026

Oleh Ramli Akhmad, Publik Satu · Kamis, 26 Maret 2026 03:42 WIB · 2 menit baca
Kinerja Melejit, ASDP Baubau Catat Kenaikan Penumpang 17 Persen Selama Angkutan Lebaran 2026

PUBLIKSATU, BAUBAU - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Baubau mencatatkan performa impresif pada periode Angkutan Lebaran 2026. Berdasarkan data operasional periode 14 hingga 20 Maret 2026, tercatat lonjakan signifikan pada jumlah penumpang dan kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan ini didorong oleh berbagai langkah strategis manajemen dalam mengantisipasi tingginya mobilitas masyarakat selama masa mudik dan balik.

Selama periode arus mudik, volume pengguna jasa mengalami pertumbuhan di seluruh sektor:

1. Penumpang: Mencapai lebih dari 20.000 orang (naik 17%).

2. Kendaraan Roda Dua: Tercatat lebih dari 15.000 unit (naik 23%).

3. Kendaraan Roda Empat: Mencapai lebih dari 4.600 unit (naik 22%).

General Manager PT ASDP Cabang Baubau, Zullivan Ramadhana Miraza, mengungkapkan bahwa kunci kesuksesan tahun ini adalah optimalisasi armada dan jadwal. Salah satu langkah krusial adalah pengalihan operasional KMP Bahteramas II dari lintasan perintis Kamaru–Wanci ke lintasan komersial Labuan–Amolengo.

"Pengalihan armada ke lintasan Labuan–Amolengo memberikan dampak positif yang cukup besar. Selama periode H-Angkutan Lebaran, kenaikan produksi penumpang dan kendaraan rata-rata mencapai 73% dibandingkan tahun lalu," jelas Zullivan, Selasa (24/3).

Selain itu, ASDP juga memberlakukan layanan 24 jam di lintasan Tampo–Torobulu. Kebijakan ini terbukti efektif mengakomodasi lonjakan permintaan dengan kontribusi peningkatan produksi rata-rata sebesar 12%.

Menghadapi arus balik, manajemen ASDP Baubau tetap mempertahankan strategi yang sama guna memastikan kelancaran transportasi. KMP Bahteramas II dipastikan tetap melayani lintasan Labuan–Amolengo hingga H+5 Lebaran sebelum kembali ke rute semula. Begitu pula dengan layanan 24 jam di Tampo–Torobulu yang akan terus berlanjut hingga masa Angkutan Lebaran berakhir.

Zullivan juga menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang terjalin dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), baik di tingkat provinsi maupun daerah, dalam mendukung kelancaran operasional di lapangan.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa," pungkasnya.

Peliput: Murdin