Baubau

Warga Dilarang Bakar Lahan, Sikapi Fenomena Kabut Asap

Oleh Redaksi · Selasa, 6 Oktober 2026 06:30 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Warga Dilarang Bakar Lahan, Sikapi Fenomena Kabut Asap
Kabut asap menutup langit Kota Baubau dan Kepulauan Buton

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pemerintah Kota Baubau mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul fenomena kabut asap dan langit keruh yang melanda wilayah Kota Baubau dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.

Kadis Kominfo Kota Baubau H Andi Hamzah Machmud, S.Sos, M.Si dalam siaran persnya Sabtu (03/10/2026) mengatakan, berdasarkan analisis resmi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Betoambari Baubau, penurunan kualitas udara dan jarak pandang ini dipicu oleh pergerakan asap akibat pembakaran/kebakaran dari arah timur.

Diungkapkan, Data BMKG mencatat puncak konsentrasi partikulat di Kota Baubau terjadi pada 29 September lalu, di mana kadar PM₂.₅ menyentuh angka 34,5 µg/m³. Meski tren per Sabtu (3/10/2026) siang menunjukkan penurunan signifikan menjadi 10,9 µg/m³ berkat embusan angin selatan yang mengurai polutan, potensi kenaikan kembali masih terbuka apabila titik api di wilayah asal tetap aktif dan arah angin berbalik dari timur.

Menanggapi situasi terkini, ℙ𝕖𝕞𝕖𝕣𝕚𝕟𝕥𝕒𝕙 Kota Baubau menghimbau 𝕜𝕖𝕡𝕒𝕕𝕒 𝕊𝕒𝕥𝕘𝕒𝕤 ℙ𝕖𝕟𝕒𝕟𝕘𝕒𝕟𝕒𝕟 𝔻𝕒𝕞𝕡𝕒𝕜 𝔼𝕝 ℕ𝕚𝕟𝕠 dan jajaran ℙ𝕖𝕞𝕖𝕣𝕚𝕟𝕥𝕒𝕙 𝕂𝕠𝕥𝕒 𝔹𝕒𝕦𝕓𝕒𝕦 𝕥𝕖𝕣𝕜𝕒𝕚𝕥 mulai dari BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga camat dan lurah untuk siaga memantau kondisi lapangan serta mengedukasi warga. Kemudian, warga disarankan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan jika kabut asap tampak menebal, serta menutup ventilasi rumah saat konsentrasi partikel meningkat.

Selain itu, Anak-anak, lansia, wanita hamil, serta penderita penyakit saluran pernapasan (ISPA/asma) diminta membatasi aktivitas fisik di luar ruang. Selain itu, seluruh elemen masyarakat dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar atau membakar sampah secara terbuka, karena tindakan tersebut memperparah polusi udara lokal. Serta para pengendara kendaraan bermotor, nelayan, dan operator transportasi laut diimbau lebih berhati-hati terhadap potensi penurunan jarak pandang mendadak demi keselamatan bersama.

Pemerintah Kota Baubau kata Andi Hamzah Machmud akan terus berkoordinasi secara berkala dengan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Betoambari untuk memperbarui pantauan sebaran aerosol dan konsentrasi partikulat.” Masyarakat tetap tenang, tidak termakan isu liar, serta memantau kanal informasi resmi Pemkot Baubau maupun BMKG,”tutupnya.(fbpbaubau)

Bagikan