Ditengah Ancaman El Nino, Satgas TMMD Kodim 1416/Muna Bekali Petani Desa Wansugi Teknik Perawatan Tanaman
Bagikan

PUBLIKSATU, RAHA — Tantangan perubahan cuaca ekstrem dan ancaman musim kering berkepanjangan tak menyurutkan semangat warga Desa Wansugi, Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna. Mendukung penuh program ketahanan pangan nasional, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 Kodim 1416/Muna bergerak cepat dengan menggelar penyuluhan pertanian, Jumat (30/10/2026).
Bertempat di Aula Kantor Desa Wansugi, kegiatan ini menyedot perhatian para petani setempat yang antusias memperdalam ilmu mitigasi kekeringan pada lahan pertanian mereka.
Menghadirkan narasumber ahli, Laode Sidangi Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Muna, menjelaskan secara detail bagaimana dampak buruk kekurangan air akibat musim panas berkepanjangan dapat mengancam kesehatan tanaman
"Tanaman muda memiliki kerentanan paling tinggi. Tanpa penanganan yang tepat di tengah musim kemarau panjang, risikonya bisa berujung pada kematian tanaman dan kerugian besar bagi petani," ungkap di hadapan warga.
Sebagai langkah antisipasi, para petani dibekali strategi praktis, seperti Menjaga kelembapan tanah secara konsisten, melakukan pemeliharaan rutin yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman dan optimalisasi sumber air alternatif, termasuk memanfaatkan penampungan air hujan secara bijak dan berkelanjutan.
Sementara itu, Komandan Satgas TMMD ke-130 Kodim 1416/Muna menegaskan bahwa program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik semata. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan transfer pengetahuan bagi masyarakat desa menjadi pilar penting yang tak kalah krusial.
"Melalui kegiatan ini, produktivitas pertanian di Desa Wansugi diharapkan tetap terjaga dan tangguh di tengah dinamika cuaca ekstrem. Langkah ini sekaligus menjadi perisai pelindung bagi perekonomian petani agar terhindar dari ancaman gagal panen," ujarnya.
Mengusung semangat “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, sinergi yang solid antara TNI, pemerintah daerah, tenaga penyuluh, dan masyarakat terbukti ampuh dalam merawat asa menuju ketahanan pangan yang kuat dan kesejahteraan warga yang berkelanjutan. (Anuardin)
