Berita Terkini
Buteng

ICDA Sebut Gua Bawah Air Buteng Lebih Tua dan Menantang Ketimbang Mexico

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 7 September 2018 06:58 WIB · 2 menit baca
ICDA Sebut Gua Bawah Air Buteng Lebih Tua dan Menantang Ketimbang Mexico
Bupati Buteng H Samahuddin berpose bersama para komunitas diver yang yergabung dalam ICDA di Pantai Maobu

PUBLIKSATU, BUTON TENGAH - Komunitas penyelam gua bawah air (Cave Dive) yang tergabung dalam Indonesia Cave Diving Association (ICDA) menyebut gua-gua bawah air di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) lebih tua dan menantang dibanding dengan gua-gua bawah air di Mexico yang sudah mendunia.

Ketua Tim ICDA Baubau La Ode Halim Maswar menuturkan, bila wisata Cave Dive di Kabupaten Buteng yang menjadi pembeda dari daerah-daerah lain intens diperkenalkan, maka akan menjadi tandingan wisata Cave Dive yang ada di negara Mexico.

"Kami beberapa kali mengajak teman-teman penyelam gua bawah air dari Perancis, Australia, dan beberapa negara lainnya, sangat terkesan dengan gua-gua bawah air di Kabupaten Buteng ini. Bahkan mereka yang sudah pernah menyelam di gua bawah air Mexico, menyebut gua-gua bawah air di Buteng ini lebih tua dan menantang dibanding Mexico," beber Halim saat ditemui bersama rekan-rekannya hendak bersiap-siap melakukan penyelaman di di gua bawah air di atas Pantai Maobu, Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng),

Rabu (5/9).

Menurutnya, dari pada jauh-jauh ke Mexico dengan biaya mahal, lebih baik datang saja ke Buteng yang lebih dekat dengan biaya murah. Apalagi Kabupaten Buteng banyak memiliki potensi, sesuai dengan julukannya negeri seribu gua, dimana terdapat banyak gua kering maupub gua berair.

"Mexico jelas jauh, namun sudah lama terkenal gua bawah airnya dan sudah menjadi situas rekreasi dunia, sementara di Buteng ini belum. Mudah-mudahan dengan penyelaman yang kita lakukan di Buteng selama ini, kita bisa memetakan satu-satu dimana yang bisa dijadikan rekreasi supaya jadi tandingan Mexico," paparnya.

Ditambahkan rekannya Adi, banyak lubang gua bawah air yang mereka temukan saat melakukan penyelaman di Buteng selama dua tahun terakhir ini. Ada beberapa lubang yang tidak bisa dimasuki tubuh manusia karena ukurannya kecil.

Dari pengalammnya melakukan penyelaman, gua-gua bawah air di Kabupaten Buteng memilik rasa yang berbeda-beda. Kadang mereka dapatkan tawar, hambar, dan asin. "Mungkin gua bawah airnya rata-rata dekat pantai, sehingga ada rasa berbeda kita dapatkan saat melakukan penyelaman," katanya.

Saat melakukan penyelaman tersebut, terkadang nanti di kedalaman tertentu baru menemukan kehidupan ekosistem ikan, lobster, atau pun lainnya. Kalau dekat permukaan, rata-rata hampir tidak ada sama sekali.(uzi)