Berita Terkini
Baubau

Kapal BBM Terbakar di Pelabuhan Sulaa

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 6 September 2018 19:33 WIB · 2 menit baca
Kapal BBM Terbakar di Pelabuhan Sulaa
Kapal BBM Terbakar di Pelabuhan Sulaa

PUBLIKSATU, BAUBAU - Warga Kelurahan Sulaa Kecamatan Beteambari Kota Baubau digegerkan dengan musibah kebakaran kapal yang memuat bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin (premium) 5 ton dan minyak tanah 5 ton, kamis (6/9).

Kejadian sekitar pukul 11.30 Wita, di pelabuhan rakyat, Kelurahan Sulaa. Beruntung tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta.

BBM itu milik dua pengusaha di Kecamatan Siompu Barat. Minyak tanah H La Frangku dan bensin milik Pak Arubama. Untuk BBM saja kerugian ditaksir mencapai Rp 60 juta lebih.

Saat kejadian, di atas kapal, ada pemilik BBM minyak tanah, H La Frangku, Nakhoda kapal Anwar bersama tiga anak buah kapal.

Kepada wartawan, H La Frangku mengatakan, setelah dilakukan pengisian BBM dari terminal BBM, kapal hendak keluar meninggalkan pelabuban Sulaa menuju Siompu Barat. Namun apes, saat mesin kapal dihidupkan, tiba-tiba muncul api yang sudah membesar dari dalam kapal.

"Sepertinya ada drum bensin yang bocor, sehingga saat kontak aki dihidupkan, langsung menyambar bensin. Saya pikir klu minyak tanah tidak akan seperti itu," kata H La Frangku.

"Itukan muat minyak tanah dan bensin. Minyak tanah saya punya. Bensin itu miliknya pak Arubama. Satu kampung dengan saya di Siompu Barat. Untuk kerugian yang saya alami sekitar Rp 24 juta. Kalau yang bensin sekitar Rp 30 juta lebih. Jadi semuannya sekitar Rp 60 juta," terangnya.

Sementara itu, sang pemilik kapal yang juga nakhoda kapal, Anwar belum bisa wawancarai. Saat ditemui di Pelabuhan Sulaa, hanya banyak diam sambil sesekali malihat kapalnya yang hanyut dibawa arus dalam kondisi nyala api yang terus berkobar.

Pihak Terminal BBM Sulaa, merahkan dua unit kapal Tug Boat untuk berusaha memadamkan api. Namun karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat, sehingga mengalami kesulitan untuk memadamkan api. Namun demikian, kapal yang terbakar terus dikawal dengan menyemprotkan air dan agar tidak hanyut sampai di pelabuhan terminal BBM. Api baru bisa padam setelah menghanguskan seluruh badan kapal, sekira pukul 13.00 Wita. (**)