Garap Proyek PLTMG Kolese, Upah 32 TKA Dua Kali Lipat

PUBLIKSATU, BAUBAU - Sebanyak 32 tenaga kerja asing (TKA) dipekerjakan dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kolese. Para pekerja impor tersebut diberi gaji dua kali lebih tinggi dibandingkan tenaga kerja lokal yang jumlahnya 118 orang.
Para pekerja asing dan lokal itu dipekerjakan PT Bagus Karya sebagai perusahaan yang menggarap megaproyek pembangkit listrik 30 Megawatt di Kecamatan Lea-Lea.
Menurut salah seorang pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT Bagus Karya, Tasryik, sebelumnya tercatat 34 TKA. Namun dua orang TKA asal China terpaksa dipulangkan karena terlibat cekcok. Mereka didatangkan oleh agen-agen penyalur TKA.
"Total tenaga lokal kita ada 118 orang, itu gabungan 85 Baubau dengan 35 Jawa. Kalau TKA, sampai hari ini 30 China dan dua dari India," ujar Tasryik di lokasi proyek PLTMG, Sabtu (15/9).
Dua dari 30 TKA China, akui dia, sedang dirumahkan karena masa berlaku Izin Memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA)-nya kedaluarsa sejak Agustus 2018 lalu. Pihaknya pun sudah meminta dua TKA tersebut untuk mengurus perpanjangan IMTA-nya di Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).
"Kemungkinan dua TKA itu masih di Baubau ini. Yang jelas, selama mereka tidak masuk didalam lokasi ini, itu diluar dari tanggung jawab kami," tandasnya.
Kata dia, pihaknya berencana melaporkan keadaan terbaru baik IMTA maupun Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) para TKA ke Kantor Imigrasi (Kanim) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Baubau. Sebab, belakangan ini muncul polemik perbedaan data TKA PLTMG Kolese antara kedua instansi tersebut.
"Kemungkinan data dari kami itu tidak sinkron. Karena awal September itu ada yang kita laporkan dan dikeluarkan," imbuhnya.
Tasryik juga mengakui, para TKA itu tidak berkomunikasi pakai bahasa Indonesia. Untuk memudahkan koordinasi, pihaknya dibantu penerjemah dari agen penyalur TKA masing-masing. "Ketika ada hal-hal persoalan tekhnis, saya pribadi juga ini kadang-kadang melalui translator," pungkasnya.
Ditempat sama, seorang pengawas K3 PT Bagus Karya lainnya, Uffi Sitanggan meguraikan, TKA proyek PLTMG Kolese itu merupakan tenaga ahli dengan gaji antara Rp 6 juta-7 juta. Sementara, tenaga kerja lokal diupah Rp 100 ribu perhari atau Rp 3 juta perbulan.
"Jelas gajinya lebih gede Walaupun posisi yang sama dengan tenaga kerja lokal. Jadi umpamanya kalau disini gaji kita Rp 3 juta, disana (China) Rp 6 juta. Karena hitungannya Rupiah berapa Yuan," imbuh Uffi. (exa)