Berita Terkini
Tajuk

Spirit Haji untuk Membangun Kepulauan Buton

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 18 September 2018 07:54 WIB · 2 menit baca
Spirit Haji untuk Membangun Kepulauan Buton
publiksatu

ALHAMDULILLAH, segala puji bagi Allah akhirnya rombongan jemaah haji dari sejumlah daerah di tanah air berangsur-angsur tiba di tanah air. Termasuk dari jazirah Negeri Khalifatul Khamis, wilayah Kepulauan Buton. Kita doakan semoga mereka menjadi haji yang mabrur. Amin.

Sebagai umat beragama, ibadah haji merupakan rukun Islam kelima. Empat lainnya yakni mengucapkan dua kalimat syahadat, melaksanakan salat, puasa Ramadan, dan membayar zakat.

Secara Islam, diyakini yang telah melakukan ibadah haji memiliki pengalaman spiritual berbeda dengan belum berhaji. Maka itu, penghormatan dan penghargaan sosial dan religius dari masyarakat kepada yang sudah berhaji lebih tinggi.

Kita berharap hal tersebut tidak sebatas prestise, namun dibuktikan dengan amal soleh yang distandarisasi Islam. Sebagai akidah yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, Islam merupakan agama yang Rahmatan Lil Alamin. Rahmat bukan hanya bagi dirinya, tapi juga keluarga, masyarakat, negara, dan alam semesta.

Maka itu, nilai Islam yang diperoleh hingga menjiwai pengorbanan Nabi Ibrahim dan napak tilas dakwah Nabi Muhammad SAW di tanah suci mestinya membekas dan mewujud dalam aktivitas keseharian. Islam sebagai sebuah keyakinan tentu memiliki tatanan yang sesuai dengan realitas kehidupan.

Terbukti secara historis, hal tersebut juga pernah teraplikasi dalam kehidupan masyarakat Buton ketika berada dalam sistem Kesultanan Buton. Islam begitu kental dalam peradaban Buton. Bahkan terwujud dalam Sara Patanguna dengan Falsafah Buton: Yinda yandamo arataa somanamo okaro, artinya biarpun harta habis asalkan jiwa raga selamat. Yinda yindamo akaro somanamo olipu, artinya biarpun jiwa raga hancur lebur asal negara selamat. Yinda yindamo olipu somanamo osara, artinya biarpun negara tiada asal pemerintahan ada. Yinda yindamo sara somanamo agama artinya biarpun pemerintahan tiada asal agama kita pertahankan kesuciaannya.

Jadi, jadikanlah spirit haji dalam membangun Kepulauan Buton. Sehingga nilai Islam tidak saja terpatri ketika berada di tanah suci, tapi juga terealisir saat di tanah air.(***)