Mahasiswa Duduki Ruang Paripurna DPRD Baubau

PUBLIKSATU, BAUBAU - Massa aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau, menduduki ruang paripurna DPRD Kota Baubau, Senin (24/9). Mereka ingin menyampaikan aspirasinya terkait aksi represif kepolisian Kota Kendari dan Provinsi Bengkulu, namun para wakil rakyat tidak ada di tempat.
Sebelum menduduki ruang paripurna, HMI sempat saling dorong dengan anggota Satpol PP. Massa aksi solidaritas itu kemudian berhasil masuk dan menguasai ruang wakil rakyat yang sedang kosong.
La Ode Armeda, selaku Kordinator Lapangan dalam aksi mengatakan, gerakan yang ia komandoi itu merupakan aksi solidaritas kader HMI cabang Baubau atas tindakan represif aparat kepolisian dalam menangani aksi demonstrasi HMI di Kota Kendari dan Bengkulu beberapa hari lalu. Dimana dalam aksi itu mahasiswa menyuarakan kecaman kepada pemerintah atas terpuruknya nilai mata uang rupiah.
"Dalam aksi ini kami ingin bertemu dengan anggota DPRD agar aspirasi kami bisa disampaikan dengan cara bersurat secara resmi ke DPRD Sultra dan DPRD RI, agar mencopot Kapolda Provinsi Sultra dan Kapolda Bengkulu atas tindakan represif yang dilakukan anggotanya terhadap mahasiswa kader HMI pada unjuk rasa beberapa hari lalu," terangnya.
Namun aspirasi mereka terpaksa tidak jadi disampikan, karena tidak ada satupun legislator yang ada di tempat. Informasi yang dihimpun koran ini para anggota DPRD Baubau semuanya berangkat ke Kendari dalam rangka menghadiri pelantikan AS Tamrin dan La Ode Ahmad Monianse sebagai wali kota dan wakil wali kota Baubua periode 2018-2023.
Selain di kantor DPRD Kota Baubau, massa aksi juga mendatangi Markas Polres Baubau. Massa menyampaikan beberapa poin pernyataan sikap yang diantaranya mengutuk keras tindakan aparat kepolisian yang menggunakan kekerasan dalam menangani aksi demonstrasi HMI Kota Kendari dan Bengkulu.
Selain itu, massa juga menuntut pihak kepolisian untuk meminta maaf secara kelembagaan terhadap kader HMI serta meminta Kapolres Baubau agar bersurat secara resmi kepada Humas Mabes Polri untuk mencopot Kapolda Sultra dan Kapolda Bengkulu.
Sementara itu Wakapolres Baubau, Kompol I Gusti Made Raka Mertayasa mewakili Kapolres Baubau mengatakan, pihaknya akan meneruskan aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa yang terhimpun dalam HMI cabang Baubau itu kepada Kapolres Baubau.
"Karena Kebetulan Kapolres lagi berada di luar daerah, sehingga kami yang dipercaya untuk menemui teman-teman mahasiswa mencoba menampung semua aspirasi yang disampaikan. Kemudian aspirasi ini akan kami teruskan kepada Kapolres," ujarnya. (m2)