Disetujui, APBD-P Baubau Defisit Rp 67,9 Miliar
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Proyeksinya mengalami defisit sebesar Rp 67,9 miliar.
Proyeksi APBD-P 2018 itu ditandatangani tiga pimpinan dewan, yakni Kamil Adi Karim, La Bara, dan Aris Marwan Saputra dengan Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Baubau, Minggu (30/9).
"Kami berharap tahap selanjutnya, yaitu evaluasi rancangan perubahan APBD ini ke provinsi dapat berjalan lancaran. Sehingga ditetapkan menjadi Perda tentang perubahan APBD 2018," ujar Monianse dalam penyampaian akhirnya di hadapan anggota DPRD Baubau.
Mantan anggota DPRD Baubau ini mengatakan, dirinya dan Wali Kota AS Tamrin atau dikenal dengan Tampil Manis akan tetap menjaga dan menjalankan komitmen mensejahterakan rakyat. "Pembangunan yang telah dilaksanakan pada periode Tampil Mesra 2013-2018 lalu akan tetap dilanjutkan Tampil Manis," imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Wa Radja menyampaikan, selanjutnya Pemkot berkewajiban menyelesaikan perubahan dan koreksi rancangan APBD selambatnya-lambatnya tiga hari kerja. "Pihak pertama (Pemkot) akan menyampaikan kepada Gubernur untuk mendapat pengesahan selambat-lambat tiga hari kerja setelah ditandatangani berita acara ini," ungkap Wa Radja.
Pantauan wartawan ini, rapat paripurna persetujuan rancangan APBD-P 2018 ini juga dihadiri Ketua Pengadilan Negeri (PN) Baubau Sutaji, Sekot Roni Muhtar dan para Kepala SKPD. Sedangkan perwakilan Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Baubau tidak nampak dalam barisan kursi Forkopimda. (exa)
Gambaran umum Rancangan APBD-P Baubau 2018:
1. Pendapatan Rp 857,3 miliar, meningkat Rp 51,9 miliar dari rencana awal
2. Belanja Rp 925,3 miliar, meningkat Rp 80,9 miliar dari rencana awal
3. Penerimaan Rp 75,5 miliar atau bertambah Rp 31,9 miliar dari rencana awal
4. Pengeluaran Rp 7,6 miliar atau bertambah bertambah Rp 2,9 miliar dari rencana awal