Pendidikan Dinilai Belum Optimal Mendukung Pembangunan Ekonomi

PUBLIKSATU, BAUBAU - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes IST) Buton, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara menggelar seminar nasional dengan mengusung tema pendidikan dan lapangan kerja, Sabtu (6/10/18).
Seminar tersebut menghadirkan salah seorang pembicara yakni Prof Dr Djaali, guru besar bidang penelitian pendidikan matematika Universitas Negeri Jakarta dan juga pernah menjabat Rektor Universitas Negeri Jakarta periode 2014–2018.
Prof Dr Djaali menilai permasalahan pendidikan di Indonesia belum optimal membangun karakter bangsa dan belum berfungsi secara optimal dalam mendukung keberhasilan pembangunan ekonomi.
Lanjut dia juga mengatakan Pendidikan belum optimal dalam meningkatkan kecerdasan intelektual dan penguasaan ITEKS.
"Masih terbatasnya akses seluruh masyarakat terhadap pendidikan berkualitas. Pendidikan harus mempersiapkan anak anak bangsa memiliki pekerjaan. Tuhan memberikan SDM kepada manusia. Dengan ilmu harus membuat orang sejahtera, membuat orang kaya, Islam itu menyuruh kita untuk kaya untuk membayar zakat," katanya.
Lanjut ia, salah satu kegagalan pendidikan di Indonesia tidak mampu mengelola dan menciptakan sumberdaya manusia yang handal. Misalnya kata Djaali, Pertanian di negeri ini mendominasi 80 persen perekonomian, namun sangat sedikit sekolah pertanian di Indonesia.
"Pendidikan sangat mahal untuk menciptakan sarjana, namun tidak disiapkan pekerjaan sehingga harus bekerja di Arab," ujarnya.
Tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan melalui pembangunan karakter bangsa dengan meningkatkan keimanan, moralitas, dan akhlak mulia, menghasilkan lulusan pendidikan yang siap serta mampu bekerja dengan produktivitas tinggi dan sesuai tuntunan kebutuhan pembangunan nasional.
"Meningkatkan kecerdasan intelektual dan penguasaan IPTEK. Memenuhi hak seluruh warga bangsa untuk mendapatkan pendidikan berkualitas," ujar Prof Dr Djaali.
Menghasilkan lulusan yang berjiwa dan memiliki komitmen untuk mempertahankan konsensus nasional yaitu pendidikan Pancasila UUD negara RI 1945 NKRI dan bhineka tunggal Ika menghasilkan pendidikan yang berkialitas menghasilkan lulusan dengan kompetensi paripurna,yang memiliki kecerdasan intelektual, sikap, perilaku, dan keterampilan.
Dengan mengelola pendidikan yang profesional, lanjut kata dia akan menciptakan lulusan yang kreatif inovatif mandiri terampil disiplin dan berjiwa intrepreneurship atau mencipkan lapangan kerja sendiri, bila tidak mendapatkan pekerjaan
"Proses berkualitas terjadi proses intelektual atau proses berpikir dgn intensitas tinggi yang mampu menghasilkan peningkatan kapasitas intelektual, kepekaan intelektual atau ketajaman berpikir," ujar Djaali
Lanjutnya Djaali, proses interaksi edukatif yang berintikan pada internalisasi nilai melalui keteladanan akan menghasilkan peningkatan kualitas keimanan, moralitas dan akhlak mulia yang dikawal oleh guru pendidik yang profesional
Keberhasilan proses interaksi edukasi ditentukan oleh iklim dan lingkungan yang dirancang untuk menstimulasi terjadinya internalisasi nilai yang efektif.
"Peserta didik mengalami proses pembiasaan dalam iklim dan lingkungan yang berisikan perilaku teladan," terangnya. (Cro1)