Berita Terkini
Baubau

Baubau Jadi Target Eliminasi Penyakit Kaki Gajah di Indonesia

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 9 Oktober 2018 23:19 WIB · 2 menit baca
Baubau Jadi Target Eliminasi Penyakit Kaki Gajah di Indonesia
Ilustrasi Penyakit Kaki Gajah

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kota Baubau, Sulawesi Tenggara dijadikan sebagai target eliminasi filariasis atau penyakit kaki gajah di Indonesia. Hal ini karena sudah dilakukan penelitian oleh Survei Darah Jari (SDJ) kepada lima ratus penduduk di daerah setempat.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Baubau, La ode Ahmad Monianse saat membuka pertemuan sosialisasi pemberian Obat pencegahan massal (POPM) Filariasis tingkat kota Baubau yang digelar Dinas Kesehatan Kota Baubau di salah satu hotel yang ada di Baubau, Selasa (9/10/2018).

"Di Kota Baubau berdasarkan survei darah jari (SDJ) oleh kementerian kesehatan di peroleh hasil yang cukup signifikan yaitu dari 500 penduduk yang diperiksa didapatkan hasil 2.7 persen menunjukan hasil positif mikrofilaria dalam darahnya. Sehingga daerah ini menjadi rentan dan menjadi salah satu kabupaten/kota sebagai target eliminasi filariasis di Indonesia," ujar Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse.

Penyakit kaki gajah sebelumnya merupakan penyakit yang sering diabaikan oleh masyarakat. Lanjut kata dia, masyarakat harus paham akan dampak yang bisa di timbulkan dari penyakit kaki gajah yakni kecacatan, stigma, spikososial, penurunan produktivitas penderita dan lingkungannya.

Ia menyebutkan penelitian kementerian kesehatan RI menunjukan biaya yang diperlukan oleh penderita filariasis per tahun 17,8 persen dari pengeluaran keluarga atau 32,3 dari biaya makan keluarga.

Program pemberian obat masal menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah filariasis sehingga di harapkan menurunnya angka mikrofilaria menjadi kurang dari satu persen dan mencegah serta membatasi pertumbuhan kecacatan akibat filariasis di Indonesia pada tahun 2020.

"Program pengobatan massal filariasis perlu mendapat dukungan semua pihak karena untuk mendudukkan kota Baubauyang bebas filariasis selama lima tahun sampai tahun 2019," ujar Monianse. (Cro1)