Dinkes Baubau Sosialisasi Eliminasi Penyakit Kaki Gajah
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau, Sulawesi Tenggara menggelar pertemuan dan sosialisasi pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) dalam rangka persiapan eliminasi penyakit filariasis atau kaki gajah nasional tahun 2019 tingkat Kota Baubau.
Kegiatan sosialisasi ini dihelat di salah satu hotel yang ada di Baubau dan dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota, La Ode Ahmad Monianse.
"Pertemuan ini menjadi forum dalam rangka persiapan eliminasi penyakit kaki gajah nasional tahun 2019 khususnya dalam Kota Baubau dan insyallah menjadi momentum untuk menselaraskan program pengendalian penyakit di tingkat Kota Baubau," kata La Ode Ahmad Monianse saat sambutannya.
Mengutip kalimat Menteri kesehatan, kata dia, ini merupakan upaya peningkatan pengendalian kaki gajah tidak bisa dilakukan sendiri oleh kementerian kesehatan saja, tetapi juga dukungan dan komitmen diperlukan dari berbagai pihak seperti pemerintah pusat dan daerah serta lintas sektor masyarakat dan layanan kesehatan sehingga dapat mewujudkan Indonesia bebas kaki gajah 2019.
"Dukungan kebijakan yang efektif, dukungan sumber daya, serta dukungan operasional, untuk menggerakkan seluruh komponen masyarakat," ujar Monianse.
Pengendalian penyakit ini harus diantisipasi dari awal. Mengingat, Kota Baubau sebagai kawasan penghubung antar kawasan barat dan timur serta daerah yang cukup pesat perkembangannya dari aspek-aspek sosial ekonomi karena berada diposisi yang sangat strategis, khususnya di kawasan Sultra.
"Posisi strategis wilayah kota Baubau juga memberikan dampak kejadian penyakit menular, TB, HIV Kusta, DBD Malaria, termasuk filariasis. Yang di bawah dari luar daerah karena tingginya mobilitas penduduk," terangnya
Perlu diketahui Elephantiasis atau Filariasis, yang masyakarat kenal dengan sebutan kaki gajah adalah penyakit yang disebabkan kan oleh infeksi cacing filariasis yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.
Penyakit ini menyerang segala lapisan usianya. Di dunia terdapat satu koma tiga milyar penduduk yang beresiko tertular penyakit kaki gajah di lebih dari delapan puluh tiga negara dan enam puluh persen kasus penyakit kaki gajah berada di Asia tenggara. (Cro1)