Semua Harus Sadar Bencana di Sultra

GEMPA bumi, likuifaksi, dan tsunami yang terjadi di Donggala, Sigi, dan Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) harus memberikan pelajaran bagi kita semua. Khususnya masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk sadar dengan bencana.
Bila hal tersebut menjadi sikap kolektif bersama akan meminimalisir jatuhnya korban. Belajar dari negara maju seperti Jepang walau dihantam dengan badai dan tsunami, rakyatnya sudah paham harus berbuat apa untuk menyelamatkan nyawa.
Sikap itulah yang membuat Negeri Sakura siap menghadapi ancaman bencana. Misalnya Badai Trami yang terjadi awal bulan ini, Pemerintah Jepang mengevakuasi puluhan ribu warga di lokasi potensial terjadinya badai, membuat korban jatuh diminimalisir.
Nah, dari situ semua stakeholder terkait di Sultra harus kompak untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat bagaimana cara menyikapi bencana. Pertama, memberikan pengetahuan kolektif kepada warga terhadap potensi dan karakter bencana yang mungkin terjadi. Dengan begitu semua piranti dan peralatan yang berkaitan dengan deteksi dini bencana harus dijaga.
Sedih rasanya setelah mendengar pihak BMKG yang mengatakan sensor deteksi gempa di Sulteng tidak optimal karena dicuri. Akibatnya akurasi alarm bencana bermasalah sehingga pesan yang dikirimkan keliru. Karena sikap yang tidak bertanggungjawab dari segelintir orang menyebabkan banyaknya korban nyawa.
Kemudian, pentingnya waspada bencana mesti juga dijadikan salah satu kurikulum dalam dunia pendidikan mulai dari tingkat terendah. Dengan begitu kesadaran itu telah tertanam sejak usia dini. Sehingga bila alarm bencana berbunyi, warga mudah dievakuasi untuk menghindari jatuhnya korban.
Kedua, Pemprov dan seluruh Pemkot/Pemkab di Sultra harus memiliki kesamaan sikap dalam menyikapi bencana. Membuat grand design dan mapping terhadap potensi bencana dan bagaimana cara menyikapinya.
Alhasil, SOP menghadapi bencana harus dibuat. Dengan demikian menjadi panduan bersama bagi pemerintah, dan rakyat. Muaranya akan mengurangi dampak kerusakan dan jatuhnya korban nyawa. Toh semuanya untuk warga Sultra juga.(****)