Berita Terkini
Baubau

PDAM Baubau Krisis Air, Sulit Jangkau Pemukiman Tinggi

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 19 Oktober 2018 12:52 WIB · 2 menit baca
PDAM Baubau Krisis Air, Sulit Jangkau Pemukiman Tinggi
Mobil PDAM sedang menyalurkan air bersih kepada masyarakat

PUBLIKSATU, BAUBAU - Sejumlah titik sumber air mengalami penurunan debit yang cukup signifikan akibat kemarau panjang. Situasi ini, membuat daera pemukiman tinggi sulit dialiri air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Baubau secara normal.

Beberapa daerah ketinggian yang sulit dialiri air melalui pipa itu ada di wilayah Kecamatan Wolio antara lain BTN Medibrata, BTN Asri Wijaya, dan Wakonti Kelurahan Kadolo Katapi.

Menurut Pejabat Sementara (Pjs) Direktur PDAM Baubau, La Ode Ali Hasan, saat ini posisi debit air berkurang hingga 20 persen dari normalnya. Dimana setiap hari debit air menurun 2-5 cm.

"Ada sumber air di Sorawolio mengalami kekurangan debit. Makanya daerah ketinggian tidak bisa naik air, meskipun pakai mesin," ungkap Ali Hasan dikonfirmasi di kantornya, Kamis (18/10).

Agar pelayanan tetap jalan, kata dia, pihaknya mensiasati dengan cara menerjunkan dua unit mobil tangki berisi air ke daerah-daerah pemukiman tinggi tersebut. Sudah satu minggu terakhir ini, mobil tangki keliling melayani pelanggan-pelanggan yang membutuhkan air.

"Sebenarnya air kita bagus, tidak krisis. Hanya memang pengalirannya tidak sesuai jadwal lagi," ujar Kabag Ekonomi Setda Baubau ini.

Ali mengaku setiap mobil berkeliling membawa tangki besar berisi air sebanyak tiga kali per hari. Air tersebut dipasang tarif Rp 75 ribu per tangki.

"Tapi kalau hanya isi ember atau jeriken, itu kita gratiskan. Intinya, kita tetap berupaya memberikan pelayanan kepada pelanggan di saat kemarau panjang seperti ini," tandasnya. (exa)