Kenapa Bupati Buton Utara tak Berdaya?

SEJUMLAH Tempat Hiburan Malam (THM) di Kecamatan Kulisusu, Buton Utara (Butur) hingga kini masih beroperasi. Padahal Bupati Abu Hasan pernah mewacanakan untuk melakukan penutupan.
Tidak salah bila Ikatan Pemuda Pembaharu Buton Utara (IP2 Butur) mempertanyakan komitmen bupati. Apalagi sejumlah kafe di Butur sebelumnya pernah ditutup, namun setelah dibijaksanai jumlah kafe malah terus bertambah.
Wajar masyarakat Butur resah. Kafe yang menjamur kebanyakan menyediakan Miras.
Nah, minuman haram inilah yang mengundang protes. Disadari Miras adalah nenek moyang kejahatan. Sehingga potensi kriminalitas sangat terbuka.
Jangan demi mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perizinan atau retribusi peredaran Miras, namun mengorbankan moral masyarakat. Masih banyak cara halal yang bisa diperoleh Pemkab untuk menambah pundi-pundinya tanpa harus terlibat Miras.
Bukankah Bupati Abu Hasan sudah menjanjikan untuk menciptakan masyarakat yang religius? Janji harus ditepati, jika tidak akan menjadi beban yang terus ditagih.
Sebagai individu yang kenyang asam garam dunia organisasi berbau Islam, Abu Hasan tentu paham apa yang mesti dilakukan. Jadi inilah pembuktiannya di Butur.
Insya Allah bupati berdaya. Kalau bukan sekarang, kapan? Kalau bukan bupati, siapa lagi?(****)