Berita Terkini
Baubau

SDN 1 Bataraguru "Palak" Uang Siswa Miskin

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 27 Oktober 2018 15:42 WIB · 2 menit baca
SDN 1 Bataraguru "Palak" Uang Siswa Miskin
Orang tua murid geruduk SDN 1 Bataraguru pertanyakan alasan pemotongan BSM

PUBLIKSATU, BAUBAU - Praktek pemotongan uang Bantuan Siswa Miskin (BSM) terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Bataraguru Kelurahan Palabusa Kecamatan Lealea. Sejumlah orang tua murid dibuat gerah atas pungutan yang dikemas seolah-olah kebijakan tersebut.

Korban pungutan ini diprediksi mencapai ratusan siswa dan sudah berlangsung sejak empat tahun belakangan. Baru sekarang orang tua siswa berani buka-bukaan dan menyuarakan bahwa setiap kali menerima BSM, jumlahnya sudah tidak utuh. Bahkan, mereka yang menjadi korban mengeruduk sekolah yang terletak di pinggiran kota tersebut.

Salah satu orang tua murid, Wa Ode Anggraeni membeberkan besaran potongan BSM itu berkisar Rp 20 ribu-30 ribu. Malah, siswa pernah dimintai Rp 50 ribu dengan dalih untuk pembuatan pagar sekolah.

"Ini sudah terjadi empat tahun atau sejak ada BSM. Alasannya mereka (sekolah, red) bukan potongan, tapi administrasi katanya buat capek-capek, transport, fotocopy," ungkap Anggraeni dikonfirmasi di sekolah, kemarin.

Dia menceritakan, awalnya pihak sekolah mematok nominal pungutan yang harus diserahkan siswa minimal sebesar Rp 30 ribu. Namun, sekolah pura-pura luluh setelah ada orang tua murid yang protes.

"Ternyata orang tua yang mau bayar lima ribu atau 10 ribu, dia (sekolah) tidak mau terima. Malahan dia bilang tidak cukup biaya untuk capek-capek. Dipatoklah Rp 20 ribu," bebernya.

Anggraeni pun menuturkan, pihak sekolah sempat mengelabui orang tua siswa dengan cara memintai buku rekening BSM masing-masing sebelum Idul Fitri 2018 lalu. Sekolah berdalih untuk keperluan pencairan dana. Namun pencairan tersebut tak kunjung diserahkan ke siswa hingga Oktober ini.

"Kami mulai merasakan ada kejanggalan, karena katanya uangnya belum masuk. Sementara di SD lain hampir semua sudah terima itu uang. Setelah saya cek di bank ternyata memang uang sudah masuk sejak 8 Juni 2018," katanya.

Sementara itu, bendahara SDN 1 Bataraguru Palabusa, Rahmawanti tak menampik ada pungutan dalam bantuan yang kini sudah disempurnakan Pemerintah Pusat menjadi Program Indonesia Pintar (PIP) itu. Namun, dia menolak mengaggap itu pungutan liar.

"Iya betul. Ini PIP kita sudah komitmen dengan orang tua murid dalam rapat di sekolah. Setorannya semua kita kembalikan ke ruang tua murid. Jadi ini kerelaan saja," imbuh Rahmawanti.

Dia menguraikan, dalam BSM ini, untuk kelas II-V mendapatkan uang Rp 450 ribu per siswa. Sedangkan, kelas VI memperoleh 225 ribu per siswa. (exa)