Berita Terkini
Baubau

Baubau dan Buton Bela Tauhid

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 29 Oktober 2018 13:46 WIB · 3 menit baca
Baubau dan Buton Bela Tauhid
Massa yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Buton menggelar aksi bela tauhid

GELOMBANG aksi bela tauhid terus bergema. Umat Islam di Sulawesi Tenggara tidak hanya tinggal diam. Mereka turun ke jalan, mengutuk keras pembakar bendera Ruslullah beberapa waktu lalu.

Untuk di Kota Baubau, Umat Islam yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Bela Tauhid melakukan aksi unjuk rasa, Sebtu (27/10). Aksi dikawal ketat aparat Polres Baubau hingga aksi bela tauhid selesai dan massa membubarkan diri sekitar pukul 11.30 Wita.

Tidak hanya di Kota Baubau dan Kabupaten Buton, di Kendari dan Kolaka juga melakukan hal yang sama. Bahkan di Ibukota Provinsi Sultra sekitar 3.000-an uamat Islam yang turun melakukan aksi.

Tuntutan aksi semuanya sama, yakni mengutuk tindakan pembakaran bendera tauhid dan meminta kepolisian untuk mengadili pelakunya.

Massa aksi juga membawa bendera berwarna Putih dan Hitam bertuliskan kalimat tauhid. Tidak hanya itu, peserta aksi juga membawa serta sapnduk yang bertuliskan aksi bela kalimat tauhid.

Korlap aksi Kota Baubau Taslim, mengatakan pihaknya mengutuk keras tindakan yang dilakukan oknum Banser membakar bendera tauhid.

Kata dia, perbuatan tersebut sangat melukai hati Umat Islam, sehingga wajar kalau Umat Islam di Indonesia dan dunia marah akibat tindakan tersebut.

-

Massa yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Buton menggelar aksi bela tauhid

Menurutnya, bendera tersebut bukanlah bendera organisasi tertentu dan bukan milik kelompok tertentu, melainkan bendera yang ia sebut Ar-Rayah itu adalah panji Rasulullah.

"Kalimat itu adalah kalimat yang membedakan antara yang haq (benar) dan yang bathil (salah). Kemudian kalimat itulah yang menjadikan kita hidup di muka bumi dan kamlimat itu pula yang menjadi kunci untuk masuk surga. Sehingga tidak ada alasan bagi siapapun untuk melakukan pembakaran atau melecehkan panji Rasulullah," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada penegak hukum untuk segera menindak tegas pelaku pembakaran bendera tauhid sehingga perbuatan serupa tidak terulang lagi. "Kita juga menghimbau kepada seluruh komponen umat Islam untuk tetap menjaga keamanan dan ukhuwah Islamiyah di tengah-tengah masyarakat," tukasnya.

Sedangakan Umat Islam di Kabupaten Buton, Minggu (28/10). Puluhan Umat Islam yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Buton melakukan pawai keliling Ibu Kota Kabupaten Buton.

Korlap Aksi Syahrabudin mengungkapkan, peristiwa pembakaran bendera tauhid yang terjadi di Garut sangat melukai hati Umat Islam.

"Bendera tauhid disebutkan dalam hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh At-Thabrani. Sehingga itu menunjukan bahwa bendera tersebut adalah bendera Umat Islam," jelasnya.

Pihaknya juga mengutuk insiden pembakaran bendera tauhid dan mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas pelaku pembakaran bendera tersebut.

Massa aksi yang membawa bendera hitam dan putih bertuliskan kalimat tauhid melakukan konvoi hingga pukul 11.30 Wita dan ditutup dengan doa hingga massa aksi membarkan diri dengan tertib. (m3)