Banyak Warga Baubau Kurang Mampu tak Dapat Perlindungan Sosial

PUBLIKSATU, BAUBAU - Lembaga Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) menemukan banyak warga miskin di Kota Baubau yang terabaikan oleh pemerintah. Warga tak berdaya itu tidak memperoleh hak perlindungan sosial sebagaimana mestinya.
Isu ini diangkat dalam sebuah forum dialog yang diselenggarakan Serikat Pekka di Aula Bappeda Baubau, Senin (29/10). Kegiatan ini menghadirkan pemangku kepentingan lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) antara lain Bappeda, Dinsos, Disdukcapil, Dinkes, Disdikbud, camat dan lurah serta BPJS.
"Hari ini adalah kegiatan forum perlindungan sosial. Jadi kita bersama pemangku kepentingan membahas hasil kegiatan Pekka selama ini terkait isu perlindungan sosial," ungkap Wali Amanah Serikat Pekka Baubau, Linda Paliran.
Kata dia, Serikat Pekka membuka Klinik Layanan dan Konsultasi (Klik) di lima kelurahan se-Kota Baubau sepanjang 2018. Hasil temuan Klik, kartu perlindungan sosial yang paling banyak tidak terakses warga miskin adalah Kartu Indonesia Sehat (KIS).
"Kita punya Klik di Kelurahan Lowulowu, Kaobula, Liabuku, Kadolomoko, dan Lakologou. Ternyata masih banyak masyarakat miskin yang tidak mengakses kartu perlindungan sosial seperti KIS, Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Siswa Miskin (BSM)," urainya.
Menurut dia, dari lima kelurahan itu, paling banyak yang tidak mendapat akses perlindungan sosial ada di Kadolomoko Kecamatan Kokalukuna. "Karena waktu kita adakan Klik, disana dihadiri sekitar 300 kepala keluarga," imbuhnya.
Linda menambahkan, temuan-temuan tersebut akan diteruskan ke instansi pemerintah terkait untuk mendapat perhatian serius. "Kita akan bangun bersama Pemkot Baubau untuk bagaimana masyarakat miskin kita ini bisa mendapatkan hak kartu perlindungan sosial itu," tandasnya. (exa)