Berita Terkini
Baubau

Wawali Baubau Akui Ada Kelalaian Pada Kasus Pencurian di Bappeda

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 31 Oktober 2018 14:10 WIB · 2 menit baca
Wawali Baubau Akui Ada Kelalaian Pada Kasus Pencurian di Bappeda
Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse

PUBLIKSATU, BAUBAU - Hilangnya sejumlah aset Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Baubau menjadi catatan buruk. Wakil Wali Kota (Wawali) La Ode Ahmad Monianse mengakui kejadian itu tidak terlepas dari kelalaian instansi terkait.

"Kelihatannya memang ini kelalaian kita pada penjagaan. Meskipun kita sudah laporkan ke kepolisian, tetap saja itu menjadi kelalaian kita," kata Monianse dikonfirmasi usai membuka forum publik rancangan RPJMD Baubau di aula Metro, Selasa (30/10).

Mantan Dirut PDAM Kabupaten Wakatobi ini mengatakan, atas peristiwa pencurian tersebut, pihaknya akan mengevaluasi ulang sistem pengawasan internal. "Saya sudah sampaikan juga ke Bappeda dan Pol PP agar kejadian ini tidak terulang lagi," ujarnya.

Ketua DPC PDIP Baubau ini mengaku juga sudah meminta Kepala Satuan (Kasat) Pol PP untuk memanggil petugas jaga di Bappeda pada malam kejadian. Dia ingin mengetahui siapa yang lalai atas pembobolan gedung Bappeda itu.

"Kalau itu terjadi disebabkan oleh kesengajaan yang jaga, maka berikanlah sanksi sesuai aturan. Supaya itu menjadi pembelajaran buat petugas yang lain," tukasnya.

Sebagaimana diketahui, gedung Bappeda di Jln Raya Palagimata Kelurahan Lipu Kecamatan diduga disatroni maling, Senin (29/10) malam. Sejumlah aset yakni empat unit laptop, dua unit proyektor dan uang tunai Rp 2 juta raib dibawa kabur. Kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta.

Pintu samping dan belakang gedung rusak parah. Selain itu, dua unit televisi layar datar juga terlihat tidak pada tempatnya. (exa)