Berita Terkini
Baubau

Jaga Pasokan Listrik di Maedani, PLN Bertaruh dengan Defisit Daya

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 3 November 2018 15:17 WIB · 2 menit baca
Jaga Pasokan Listrik di Maedani, PLN Bertaruh dengan Defisit Daya
Muhammad Yusron Affandi

PUBLIKSATU, BAUBAU - PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Baubau Kota memberikan perlakuan "istimewa" di gedung Maedani, Kota Baubau selama dua pekan pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Padahal perusahaan plat merah sedang menghadapi kekurangan atau defisit daya.

Sebagaimana diketahui, ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS empat daerah dilaksanakan di gedung Maedani Jalan Sipanjonga, Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum mulai tanggal 2-17 November 2018 mendatang. Kebutuhan listrik penting agar perangkat PC yang digunakan peserta ujian tetap hidup.

Plt Manajer PLN ULP Baubau Kota, M Yusron Affandi mengatakan, pihaknya sudah mewanti-wanti petugas di kantor untuk bergerak cepat jika mendapatkan laporan gangguan kelistrikan di Maedani. Disamping itu pula, petugas PLN secara bergiliran mengecek kondisi listrik di gedung Maedani.

"Tes CPNS kan dimulai hari ini (kemarin, red). Itu kami sudah sampaikan kepada pihak pembangkit dan juga pengatur beban di sini bahwa untuk listrik yang menyuplai gedung Maedani itu harus lebih diprioritaskan," kata Yusron dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jum'at (2/11).

Dia menuturkan, pasokan utama listrik di Maedani bersumber dari PLN. " Tapi gedung itu juga sudah punya genset sendiri untuk antisipasi kalau terjadi pemadaman," imbuhnya.

Ia mengakui, pihaknya sedang mengalami defisit daya sekitar enam Megawatt. Ini dikarenakan ada pemeliharaan rutin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Baruta sejak awal Oktober lalu hingga akhir November 2018 mendatang.

"PLTU Baruta ini penyuplai sebagian besar sistem kelistrikan Baubau. PLTU itu ada dua pembangkit masing-masing kapasitas 7 MW. Selama dua bulan ini gantian pemeliharaan. Jadi salah satu unitnya harus keluar sistem kelistrikan kami," jelasnya.

Buntut defisit tersebut, terang Yusron, maka konsekuensinya harus pemadaman bergilir pada waktu-waktu beban puncak yaitu pukul 17.00-22.00 Wita. Secara khusus, pihaknya memohon maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan itu.

"Cuma lokasi tes CPNS kita hindari dulu dari pemadaman bergilir. Kami upayakan semaksimal mungkin menjaga keandalan pasokan listrik ke lokasi tes CPNS tersebut," pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, ujian SKD CPNS di Maedani dibuka oleh peserta dari Kabupaten Buton Selatan (Busel). Pada hari pertama kemarin, pelakasanaan ujian berakhir malam hari sekitar pukul 20.30 Wita.(exa)