Berita Terkini
Baubau

PGRI Baubau Sempat Tertekan Momen Pilwali

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 5 November 2018 12:52 WIB · 2 menit baca
Bagikan
PGRI Baubau Sempat Tertekan Momen Pilwali
Pengurus PGRI Kota Baubau dikukuhkan di Aula Palagimata, Sabtu (3/11)

PUBLIKSATU, BAUBAU - Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Baubau periode 2018-2020 resmi dikukuhkan di aula Palagimata, Sabtu (3/11). Namun, untuk sampai pada pelantikan ini ternyata butuh penantian yang cukup lama.

Ada rentang sekitar 10 bulan pasca-Bariun terpilih sebagai ketua melalui konferensi luar biasa sesaat setelah masa pemerintahan AS Tamrin-Wa Ode Maasra Manarfa (Tampil Mesra) pada Januari 2018 lalu. Bariun dan jajarannya baru dikukuhkan oleh Ketua PGRI Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Abdul Halim Momo, Sabtu kemarin.

Perhelatan Pemilihan Wali Kota (Pilwali) menjadi salah satu andil penyebab pengukuhan perkumpulan para pahlawan tanpa tanda jasa ini harus menunggu sampai berbulan-bulan. Guru-guru yang tergabung PGRI Baubau kuatir terjebak dalam politik praktis atau dukung-mendukung salah satu pasangan calon (Paslon).

"Januari kemarin itu kan akhir pemerintahan Tampil Mesra. Kemudian masuk Pj Hado Hasina bersamaan pencalonan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Tensi politik itu tinggi, sehingga kami tidak mau PGRI digiring pada ruang ini," ujar Bariun dikonfirmasi usai pengukuhan.

Faktor lain, kata dia, pihaknya juga disibukkan konsultasi dan koordinasi mengenai struktur kepengurusan ke PGRI Sultra. Awalnya, pihaknya hanya mengirimkan daftar pengurus dari kalangan tenaga guru saja.

"Ternyata ada dewan pakar, dewan pembina dan lembaga bantuan hukum. Sehingga pasti kami butuh waktu untuk bertanya kepada senior-senior apakah mereka siap didudukkan pada bidang-bidang tersebut," imbuhnya.

Ia mengaku, rencana pengukuhan sempat coba dikoordinasikan menjelang akhir masa pemerintahan Pj Wali Kota Baubau Hado Hasina. Tetapi, saat itu tiba-tiba Hado Hasina sedang ada urusan yang tidak kalah penting dan ada masalah kesehatan.

"Sehingga kita menunggu setelah selesai pelantikan AS Tamrin-Monianse sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Nanti saat inilah baru kita kesempatan untuk pengukuhan ini," tukasnya.

Bariun menjelaskan, berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), PGRI merupakan organisasi independen yang salah satu tujuan untuk mensejahterakan anggotanya. (exa)

Bagikan