Sultra

Gubernur Sultra Lepas 450 Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/WRG ke Papua Selama Satu Tahun

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Kamis, 8 November 2018 20:37 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Gubernur Sultra Lepas 450 Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 725/WRG ke Papua Selama Satu Tahun
Gubernur Sultra, Ali Mazi lepas Satgas Pamtas RI-PNG

PUBLIKSATU, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi melepas sebanyak 450 personel Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG) Yonif 725/Woroagi yang dipimpin oleh Letkol Inf Hendri Ginting SIP, di pelabuhan Nusantara Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (8/11/18).

Personel diberangkat dengan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dengan Nomor Lambung 539 Teluk Parigi dan akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG di Provinsi Papua selama kurang lebih satu tahun.

Gubernur Sultra Ali Mazi SH bertindak selaku Inspektur Upacara dalam amanatnya menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada Satgas Pamtas Yonif 725/Woroagi itu dan menyampaikan harapan agar Batalyon kebanggaan Rakyat Sultra tersebut berhasil dalam melaksanakan tugas di Papua.

“Selaku pribadi dan atas nama Gubernur Sulawesi Tenggara dengan penuh rasa bangga saya ucapkan selamat bertugas. kepada seluruh prajurit Yonif 725/Woroagi yang telah mendapat kepercayaan dari pimpinan TNI, bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan RI-PNG di wilayah Kabupaten Keerom dan Pegunungan Bintang Provinsi Papua,” ujar Ali Mazi saat memberikan sambutan.

Lanjut Ali Mazi mengatakan Kepercayaan ini merupakan kehormatan dan tugas mulia untuk dipertanggungjawabkan kepada negara dan bangsa Indonesia.

Tak lupa Gubernur berpesan agar Satgas melaksanakan tugas negara tersebut dengan sebaik-baiknya, diantaranya melalui upaya yang maksimal dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan. Termasuk dengan mengembangkan kemampuan dan potensi satuan yang dimiliki selama ini, sehingga kehadiran Satgas ini dapat diterima dan mendapat pengakuan secara baik oleh masyarakat setempat.

“Tugas operasi merupakan wujud nyata pengabdian dan kehormatan bagi seorang prajurit kepada negara dan bangsanya, demi tegaknya kedaulatan wilayah NKRI serta kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa," gugah Ali Mazi.

"Untuk itu, kepada prajurit yang tergabung dalam Satgas Yonif 725/Woroagi ini, saya berharap untuk menguatkan tekad dan komitmen terkait dengan tugas-tugas yang akan dihadapi, sehingga secara fisik maupun mental, dapat lebih fokus dalam melaksanakan tugas yang membanggakan ini," ucap Gubernur Sultra.

Untuk diketahui Provinsi Papua merupakan salah satu provinsi paling tertimur dari wilayah NKRI yang berbatasan secara langsung dengan negara lain, yaitu berbatasan dengan Australia, Republik Palau, termasuk dengan negara Papua Nugini.

Satgas Pamtas Yonif 725/Woroagi akan melaksanakan tugas di wilayah Kabupaten Keerom dan Kabupaten Pegunungan Bintang. Satgas akan disebar ke dua kabupaten tersebut menjadi 16 Pos, 1 Kout dan 1 Kotis yang berkedudukan di Senggi dan akan mengendalikan semua operasi Satgas Yonif 725/Woroagi.

Lebih lanjut Ali Mazi mengingatkan Satgas agar selalu berhati-hati dalam melaksanakan tugas di daerah operasi. Sebagai daerah perbatasan Keroom dan Pegunungan Bintang sudah barang tentu menjadi wilayah yang paling mudah diakses oleh negara tetangga lain, sehingga secara otomatis merupakan wilayah yang paling rentan terhadap pengaruh dari luar baik dalam bentuk ideologi, politik, sosial, budaya dan ekonomi maupun hal-hal yang bisa mempengaruhi eksistensi pertahanan dan keamanan negara.

Selain itu, kurangnya pemahaman warga terhadap aturan dalam melintasi perbatasan, seringkali juga mengakibatkan kesalahan persepsi dalam memahami keberadaan petugas keamanan yang bertugas di daerah itu, sehingga terkadang timbul insiden yang tentunya tidak diinginkan.

Mengakhiri sambutannya Gubernur Sultra sekali lagi mengingatkan Satgas agar memahami karakteristik budaya Papua dan memegang teguh dan menguasai Protap-protap yang sudah ada. Sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas pengamanan di daerah perbatasan agar tidak terjadi kesalahan dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Untuk diketahui, dalam acara itu turut hadir Satgas Yonif 725/Wrg, para pejabat sipil dan militer Provinsi Sultra, diantaranya Kapolda Sultra, Brigjen Pol Iriyanto SIK, Ketua DPRD Sultra, H Abdurrahman Saleh, Kepala BNN Sultra, Brigjen Pol Bambang Priyambadha SIK, Danrem 143/HO, Kolonel Arm Dedi Nurhadiman SIP, Danlanal Kendari, Kolonel Laut (P), I Putu Darjatna, Danlanud Haluoleo, Kolonel Pnb Nana Resmana dan Ka Basarnas Kendari Djunaidi, SSos MM. (Cro1)

Bagikan