Baubau

Tim Wasev TMMD 103 Buteng Tiba Di Kepulauan Buton

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Kamis, 8 November 2018 18:16 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Tim Wasev TMMD 103 Buteng Tiba Di Kepulauan Buton

PUBLIKSATU, BAUBAU - Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 di Buton Tengah (Buteng) Kodim 1413/Buton yang di Ketuai oleh Brigjen TNI Abdul Rahman Made bersama Mayor Inf Galih mengunjungi Kepulauan Buton.

Guna Kunjungan Tim Was Ev ke wilayah Kodim 1413/ Buton dalam rangka pengawasan dan evaluasi pelaksanaan program TMMD 103 Buton Tengah Kodim 1413/Kendari.

Dalam kunjungan tersebut Was Ev

disambut oleh Wa Aster Kasdam XIV/ Hasanuddin, Letkol Kav Agus Waluyo, S.I.P, Dandim 1413/Buton, Letkol Inf Davy Dharma Putra, Kapolres Baubau AKBP Hadi Winarno, SIK, Kepala Bandara Betoambari Muh. Saboe, ST, MT dan Pasiter Korem 143/Ho Mayor Arh La Ode Mursali di Bandara Betoambari, Kelurahan Katobengke, Betoambari, Baubau, Sulawesi Tenggara, Rabu (7/11/2018).

Tim Was Ev dalam kesempatan ini akan melihat dan mengecek hasil pelaksanaan kegiatan TMMD baik kegiatan fisik dan non fisik. Hal ini dilaksanakan untuk memastikan pelaksanaan TMMD berjalan aman dan lancar dengan hasil yang maksimal sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan.

Lebih lanjut rombongan akan menuju Makodim 1413/Buton untuk melaksanakan pengarahan tentang kegiatan TMMD.

"Secara umum saya lihat sudah baik tinggalan ada beberapa secara umum yang harus disempurnakan tetapi dari empat sasaran yang mereka kerjakan untuk TMMD 103 itu secara umum itu sudah ada yang mencapai seratus persen dua pembuatan deker. Besok kita akan cek visiknya bentul atau tidak. Kemudian untuk rehap masjid sudah mencapai delapan puluh sembilan persen, sementara untuk jalan delapan puluh dua persen," ujar Brigjen TNI Abdul Rahman Made saat di temui di markas Kodim 1413/Buton, Selasa sore

Lanjut kata dia, disisa waktu yang ada pencapaian pembangunan harus memaksimalkan. Sehingga nanti diharapakan pada 12 November nanti semua sudah selesai dengan pencapaian 100 persen.

"Pastinya besok kita akan lihat, sesuai dengan tugas pokok saya dayang kesini adalah untuk melaksanakan pengawasan dan evaluasi, apakah betul perencanaannya Dansatgas Dandim 1413/Buton ini sesuia dengan yang di laksanakan di sana (buton tengah)," akunya.

Rahman menjelaskan akan melihat dan membandingkan apa yang sudah menjadi perencanaan TMMD ke 103 Buteng dengan realisasi yang sudah berjalan di lapangan.

"Tadi saya sudah lihat (laporan Dansatgas) dengan realisasi di lapangan dengan standar yang mereka bikin dalam hal ini, ada betstage yang telah dibuat oleh pemda ," jelas Rahman.

Banyaknya tanggapan masyarakat yang menyukai kualitas pembangunan TMMD dibandingkan dengan kualitas bangunan hasil proyek, kata Rahman, itu suatu hal yang logis.

"Saya pikir logis ya, dan jujur kalau saya bilang, bahwa selama pelaksanaan TMMD masyarakat melihat," ungkapnya.

Kata dia, karena dalam melaksanakan pekerjaan TMMD di lapangan atau katakanlah kalau punya Kodim sekarang ada di Kecamatan Lakudo dan Gu, mereka bekerja tidak sendiri tetapi juga ada kebersamaan dengan masyarakat.

Keterlibatan masyarakat mulai dari perencanaan kegiatan pembangunan dan lebih fokus pada pelaksanaan diharapkan dalam mememiliharanya masyarkat turut terlibat.

"Dan mereka tau berbuat sesuai dengan keinginannya mereka. Mereka tahu betul ini, hasil standar segini. Dan dibuat seperti itu, sehingga dibuat seperti ini. Sehingga tidak ada yang di tutup-tutupi," cetusnya.

Olehnya itu, masyarakat bisa menilai kualitas bangunan bila dikerjakan dengan cara yang lain akan memakan dan membutuhkan rentan waktu yang panjang. Sementara TMMD dengan waktu puluh hari sudah bisa selesaikan dengan kualitas yang super baik.

"Kenapa itu bisa karena mereka memberdayakan masyarakat, mereka datang bahwa sesungguhnya untuk memberdayakan potensi yang ada di situ, membuka akses yang tertutup, dan menyambung jalan, bila ada jalan yang tertutup, maka betul pernyataan masyarakat bahwa hasilnya ada, karena mereka masyakarat dilibatkan," terangnya.

Dalam konteks otonomi daerah, kata dia, dimana masyarakat sekarang tidak hanya mau dilayani tetapi harus diberikan ruang untuk turut berperan.

"Nah Kodim. TMMD menangkap itu, jadi secara umum semua TMMD tahun 2018, pemberdayaan masyarakat lebih banyak, sampai pada mereka tidur di rumah Masyarakat," tutupnya. (Cro1)

Bagikan