TKI Diminta Tempuh Jalur Benar Jika Mau Bebas Dari Perlakuan Tak Manusiawi
Bagikan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) kerap mendapat perlakuan tidak manusiawi pada tempat kerjanya di luar negeri. Olehnya itu, para TKI diminta untuk menempuh jalur yang benar dan tidak melalui calo.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse saat menghadiri sosialisasi penempatan TKI di salah satu restoran Kota Baubau, Kamis (8/11/18).
"Kalau ingin masuk ke jalur TKI maka harus ada tahapan-tahapannya. Apa yang harus dilakukan dan melalui siapa?. Jangan melalui para calo-calo, supaya hak-hak mereka juga terlindungi," kata Monianse sapaan akrab La Ode Ahmad Monianse.
"Biasanya yang mengalami perlakuan tidak manusiawi yakni TKI yang tidak melalui LP3TKI, melainkan melaui calo, karena iming dari para calo," sambungnya.
Anggapan sebagian orang yang mengatakan bahawa TKI membuat wibawa negara runtuh, kata Monianse, itu merupakan suatu anggapan yang salah. Sebab menurutnya TKI akan mengisi pekerjaan-pekerjaan yang manusiawi.
Lanjut kata dia, jika mereka berangkat melalui jalur yang resmi maka hak-haknya akan terlindungi. Mencari pekerjaan itu merupakan hak asasi dan negara harus hadir untuk melindungi.
"Cuma kenapa ketika sudah di sana, terjadi hal-hal yang tidak manusiawi, karena biasanya tenaga kerja yang keluar negeri itu tidak melalui prosedur sehingga tiba di sana, tidak mempunyai kemampuan bernegosiasi dan kemampuan bergeming, sehingga mereka mendapatkan perlakuan yang tidak wajar di sana,"
Selain dokumen calon TKI harus pula dibekali dengan pengalaman kerja. Untuk itu, Monianse mengajak untuk mengikuti tahapan pelatihan LP3TKI mulai dari pelatihan bahasa sampai pada pelatihan yang menyangkut adat istiadat negara tujuan.
Sementara terkait perlindungan bagi TKI dari pemerintah, Monianse mengatakan, keberangkatan mereka keluar negeri untuk mencari kerja tidak lantas menghilangkan status kewarga negaraan mereka. "makanya negara menyediakan lembaga lembaga yang akan terus mendampingi mereka," tukasnya. (Cro1)