Sultra

BPBD Sultra Gelar Pelatihan Penggunaan Radio Komunikasi

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 15 November 2018 14:35 WIB · 2 menit baca
Bagikan
BPBD Sultra Gelar Pelatihan Penggunaan Radio Komunikasi
BPBD Sultra saat menggelar pelatihan penggunaan radio komunikasi, di salah satu hotel di Kota Kendari

PUBLIKSATU, KENDARI - Dalam menata dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pelatihan penggunaan radio komunikasi dengan mengandeng Mercy Corps Indonesia (MCI), pada Rabu (14/11).

Sekretaris BPBD Sulawesi Tenggara, Tauri mengatakan, kegiatan ini adalah merupakan pelatihan cara pemakaian radio, saat tanggap darurat bencana. Hal ini dengan melibatkan mereka yang sering terlibat dalam proses kebencanaan, khususnya dalam proses evakuasi tanggap darurat.

"Kegiatan hari ini kami bekerjasama dengan pihak Mercy Corps Indonesia mengenai pengenalan radio. Dimana tujuanya saat teman-teman yang bergerak di bidang kebencanaan mengetahui fungsi dan kegunaan radio saat melakukan evakuasi saat terjadi bencana alam," jelasnya.

BPBD Sultra telah melengkapi semua peralatan radio komunikasi. Sehingga ketika sewaktu-waktu terjadi bencana, sudah siap digunakan. Namun demikian, penggunaan alat komunikasi ini perlu didukung dengan SDM yang memadai.

"Oleh sebab itu, dengan adanya pelatihan pada hari ini, untuk meningkatkan kapasitas kinerja dan SDM yang ada di BPBD agar mempunyai kemampuan ketika melakukan proses penanggulangan bencana," pungkasnya.

Sementara itu, Tatt's Program Provicial Team Leader Mercy Corps Indonesia wilayah Sultra, Sunarso mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan agar BPBD Sultra mampu mengelola, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat, terkait informasi dan komunikasi kebencanaan melalui perangkat radio komunikasi sebelum atau sesudah bencana.

"Dengan adanya radio di lokasi tempat bencana, dapat memantau pertukaran informasi dari masing-masing lembaga dalam kegiatan penanganan bencana dengan hasil yang sangat maksimal. Sehingga dengan adanya operator radio, bisa membuat satu pedoman komunikasi dalam mendukung proses pengembalian dampak akibat bencana seperti, banjir, gempa bumi, tanah longsor, tsunami, korban gunung merapi dan bencana alam lainnya," tutupnya. (m4)

Bagikan