Kelangkaan BBM di Baubau Disinyalir Pengisian Kendaraan yang Dimodifikasi Tangki

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dua bulan terakhir pemandangan antrian kendaraan mengular terjadi di beberapa Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Antrian tersebut terjadi akibat adanya pembatasan kuota Bahan Bakar Minya (BBM) dari PT Pertamina (Persero) Terminal Baubau.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Baubau, AS Tamrin menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah stakeholder dan pemilik SPBU di ruang rapat kantor Wali Kota Baubau, Rabu (21/11/18).
"Menurut pengakuan SPBU, ada pembatasan kuota. Kalau dulu tujuh kali dalam seminggu sekarang hanya empat kali dalam seminggu dari depot ke SPBU. Kedua, kita sinyalir adanya prosedur atau regulasi penyaluran BBM terkesan tidak teratur. Ini tentu ada di SBPU, pengisian di cerigen dan ada juga kendaraan yang dimodifikasi tangki," kata AS Tamrin.
AS Tamrin berharap kepada pengusaha SPBU agar disiplin dalam penyaluran BBM tersebut. Ia mengajak SPBU memberikan sanksi kepada orang atau pihak yang melakukan pengisian di cerigen berulang kali ataupun kendaraan yang dimodifikasi tangki.
"Jangan melayani cerigen. Kalau ada yang mengisi dalam satu hari berkali-kali harus dicegah," tegasnya.
"Makanya tadi Kapolres sudah bilang kalau misalnya ditemukan adanya penimbunan penyalahgunaan, sepanjang itu terbukti akan ditindak," sambung AS Tamrin.
Nantinya hasil rapat ini akan diberikan kepada penentu arah kebijakan untuk mencukupi kuota tersebut.
"Pencukupan kuota di Baubau dan SPBU juga mencukupi. Biar juga kuota juga cukup, tetapi pihak SPBU tidak mengatur penyalurannya dengan tidak melayani penggunaan cerigen," tukasnya. (Cro1)