BBM Langka di Baubau, Terindikasi Ada Permainan di SPBU

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kelangkaan bahan bakar minyak (BMM) di Kota Baubau tidak hanya meresahkan masyarakat, tapi pihak pemerintah juga. Karena itulah Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau bersama stake holder terkait menggelar rapat di kantor wali kota, Rabu (21/11).
Tujuannya rapat tersebut untuk membahas penyebab kelangkaan BBM dan mencari solusinya. Dalam rapat tertutup itu, Pemkot Baubau menghadirkan pihak Pertamina, SPBU, dan Kepolisian serta Kodim 1413 Buton dan instansi lain.
Usai rapat, kepada awak media Wali Kota Baubau Dr AS Tamrin mengungkapkan, kenyataan bahwa BBM ini langkah diindikasikan dengan antrian yang panjang dan keluhan masyarakat. Seharusnya kata dia, ada tim pengendali BBM.
"Tentu kita harus menyikapi kondisi kelangkaan BBM dengan kita menggelar rapat untuk mencari solusi, karena ada dua hal, pertama pembatasan kuota, yaitu empat kali dalam seminggu dari Depot ke SPBU. Kedua kita sinyalir adanya prosedur atau regulasi penyaluran BBM terkesan ada yang tidak teratur," jelas wali kota dua periode ini.
"Ini tentu kompetensinya ada di SPBU, nah ini diindikasikan adanya pengisian berupa jeriken dan ada juga kendaraan direkayasa tangkinya agar mengisi lebih," tambahnya.
Untuk itu, wali kota mengimbau pihak SPBU harus melakukan penertiban dalam penyaluran BBM. "Kapolres sudah menegaskan kalau ada penimbunan selama itu terbukti akan ditindak," katanya.
Sejauh ini Pemkot telah merekam dan menerima laporan dari SPBU, kemudian diminta kepada SPBU agar penyaluran yang disiplin dan tidak melayani jeriken.
"Kalau ada yang mengisi berkali-kali dalam satu hari itu harus dicegah dan depot sebagai penyalur, makanya dikeluhkan oleh SPBU karena dibatasi penyalurannya, kalau sudah habis mau apa lagi," tegasnya.
Wali Kota menyampaikan kesimpulan rapat tersebut, pihaknya akan menyampaikan kepada otoritas penentu kebijakan agar kuota itu kembali harus mencukupi. (m3)