Berita Terkini
Baubau

HUT PGRI, Guru Diimbau Jaga Kekompakan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 26 November 2018 13:15 WIB · 3 menit baca
HUT PGRI, Guru Diimbau Jaga Kekompakan
Pengurus PGRI Kota Baubau dikukuhkan di Aula Palagimata, Sabtu (3/11)

PUBLIKSATU, BAUBAU -Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional diimbau lebih menjaga kekompakan.

Demikian disampaikan Ketua PGRI Cabang Baubau, Bariun SPd MPd, Minggu (25/11). Ia mengungkapkan, melalui HUT ke-73 dan hari guru nasional, guru diimbau untuk menjaga kekompakan dari seluruh komponen yang ada di bawahnya. Mulai dari daerah tingkat dua hingga tingkat satu di pusat.

Dikatakan pula, HUT ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional digemakan di seluruh Indonesia. Kata dia, juga menggemakan semangat guru di lapangan agar bagaimana dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang sesuai dengan tema. Selain itu, beberapa orang guru yang diundang untuk menghadiri Simposium Nasinal (Simnas) di Jakarta.

"Terkait dengan guru saya kira ini baru juga kita dapat undangan dari Kementerian bahwa dua guru Kota Baubau di undang ke Jakarta. Tentu ini prestasi awal kita di Kota Baubau dan harapan kita semua prestasi ini menjadi panutan buat teman-teman (Guru, red) yang lain, menjadi motivasi bagi guru-guru yang laing,"kata Bariun.

Ia menambahkan, ketika guru sudah terlihat gambaran motivasi dan prestasinya juga akan diikuti dengan prestasi siswa. Dengan demikian prestasi juga bukan hanya diharapkan kepada guru, tetapi juga diharapkan dari siswa sehingga diharapkan kualitas pendidikan diawali dari prestasi guru. Olehnya itu, PGRI Baubau dapat menjadi pioner kedepannya.

"Salah satu persoalan pendidikan kita mengambil dari sisi mutu. Dari sisi mutu guru-guru di daerah ada yang memang mutunya jauh jalan ke atas. ada yang jalan kebawah dan ada masih jalan di tengah-tengah. Bagaimana kita coba menyiasati melalui wadah PGRI khususnya. Kemudian kita juga bisa minimal tidak menyamakan,"bebernya.

Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTKI) Kota Baubau, Dra Sasmin MPd menambahkan, melalui peringatan HUT PGRI ke 73 dan Hari Guru Nasional merupakan moment yang sangat bahagia bagi guru Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Baubau. Tidak hanya itu, bahkan merasa senang dikarenakan sudah ada induk organisasi guru (PGRI).

"Kemarin kami baru saja melaksanakan porseni nasional Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTKI). Kami berangkat tanpa, kami mau kemana waktu itu, tapi dengan hadirnya sekarang partner saya. Tentunya PGRI, IGTKI makin kuat dalam melaksanakan segala aktivitasnya. Dalam hal mendukung untuk mencerdaskan anak bangsa," tuturnya.

Ia menyebutkan, jumlah guru TK di Kota Baubau kurang lebih sebanyak 300 orang. Ia berharap guru yang tergabung dalam IGTKI dapat berbuat sesuai tupoksinya masing-masing. Termasuk meletakan dasar pendidikan karakter pada anak usia dini dan hak itu selanjutnya pada guru SD, SMP dan SMA. Dengan demikian, diharapkan kegiatan itu berkelanjutan.

"Kita harapkan kegiatan ini tidak terputus. Kita harapkan melalui PGRI, apa yang ditingkatkan oleh guru-guru diusia dini. Apa yang ditanamkan oleh guru-guru TK ditingkat anak usia dini. Yaitu tetap dapat dilanjutkan melalui PGRI mohon segaka dukungan dan aktivitas IGTKTI dalam hal segala kegiatan," tutupnya.(m2)

Ketua dan jajaran pengurus PGRI Cabang Baubau dilantik Ketua PGRI Sultra

FOTO: IST