Hukum

Melawan Petugas, Begal Sadis yang Potong Tangan Korbannya Ditembak Kakinya

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 30 November 2018 16:12 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Melawan Petugas, Begal Sadis yang Potong Tangan Korbannya Ditembak Kakinya

PUBLIKSATU, MAKASSAR — Mahasiswa Atim, Imran (20) terpaksa kehilangan tangan kirinya akibat dibegal oleh Aco alias Pengkong (21) yang merupakan pelaku utama begal sadis pemotong tangan. Aco dilumpuhkan kedua kakinya oleh tim gabungan Polrestabes Makassar.

Pelaku begal sadis Pengkong ditangkap tim gabungan Polrestabes dan Resmob Polda Sulsel di rumahnya di Jl Kokoa, Kecamatan Ujung Tanah, Rabu (28/11/2018). Setetelah ditangkap, Pengkong dibawa tim gabungan untuk mencari tersangka lain dan barang bukti. Tapi Pengkong tiba-tiba melawan dan mencoba kabur.

“Pelaku dilumpuhkan karena melawan,” kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo saat merilis kasus itu di Mapolrestabes Makassar, Kamis (29/11/2018).

Kata Dwi, Pengkong dilumpuhkan karena lakukan perlawanan saat pengembangan kasus. Akibat melawan petugas dan mencoba melarikan diri, kaki kanan dan kiri pelaku pembegalan seorang mahasiswa di Jl Datu Ribandang ini dilumpuhkan tim.

“Jadi setelah itu baru pelaku mengakui keberadaan pelaku lain. Setelahnya kami amankan empat pelaku, satu pembegal dan tiga penadah,” jelasnya.

Rekan Pengkong dalam kasus begal, Firman alias Emang (22) ditangkap tidak jauh dari rumah Pengkong di Jl Kokoa. Lalu diikuti tiga pelaku penadah lain. Setelah pelaku Emang dan Pengkong. Resmob gabungam menangkap Zaenal alias Enal (19), Fa alias Ul (18) bersama Irman alias Imang (37).

Seperti diketahui, seorang mahasiswa, Imran (19) menjadi korban begal di Jl Datu Ribandang 2, Tallo, Kota Makassar pada tanggal 25 November 2018, lalu. Dua dari lima pembegal yang ditangkap ini bersenjata tajam (Sajam) parang, dan memergoki, memukul dan memarangi korban hingga tangan kirinys terputus. (gun/fajar)

Bagikan