Gubernur Sultra dan Buton Connection?

BARU saja Gubernur Sultra, Ali Mazi melantik sejumlah pejabat eselon II. Beberapa diantaranya berasal dari Buton, La Ode Mustari (Kepala BKD), Muhammad Djudul (Kepala Kesbangpol), dan Asrun Lio (Kadis Pendidikan).
Hal tersebut memunculkan tanda tanya, apakah mutasi itu merupakan Buton Connection? Apalagi Ali Mazi seorang putra Buton.
Bila hanya melihat dari satu sudut pandang, dari aspek kedaerahan, boleh jadi analisis tersebut benar. Namun tidak elok jika hanya memandang dari cara pandang tunggal. Bila hal tersebut dijadikan parameter, hasilnya cenderung subjektif.
Harusnya dalam melakukan penilaian menggunakan kaca mata objektif dengan memakai seluruh pendekatan. Dengan demikian kesimpulannya lebih rasional, tidak emosional.
Kita mulai dengan Djudul. Jabatan eselon II level Kota Baubau sudah lebih satu dekade disandangnya. Bahkan dimasa Wali Kota AS Tamrin, ia didapuk sebagai Sekot. Jabatan tertinggi seorang pamong. Maka tepat bila Ali Mazi memberikannya jabatan di provinsi.
Kedua, Mustari. Sebelumnya, dia pernah menyandang jabatan sebagai Pj Bupati Buton Selatan. Jabatan Kepala Biro pun telah disandang. Tidak salah kalau dia diserahi amanah sebagai Kepala BKD Sultra.
Ketiga, Asrun Lio. Cukup punya rekam jejak yang baik selama berkiprah di Universitas Halu Oleo (UHO). Bisa jadi inilah yang mendasari Ali Mazi memakai tenaganya di Dinas Pendidikan.
Nah, bila melihat curiculum vitae dari ketiganya maka asumsi Buton Connection akan sirna. Lebih penting lagi setelah ketiganya bekerja dengan mengedepankan kapabilitas, profesionalitas dan objektivitas, maka seluruh anggapan tersebut bakal pupus.(****)