17 Mahasiswa Pascasarjana Unidayan Diyudisium

PUBLIKSATU, BAUBAU - Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Baubau menggelar kegiatan yudisium program magister ilmu administrasi negara yang diikuti 17 mahasiswa program pascasarjana di aula istanah ilmiah.
Adapun 17 nama mahasiswa program pascasarjana yang dikukuhkan sebagai magister sains itu, Ahmad Basri dengan IPK 3,91, Henny Arisanti IPK 3,92, Yuri Kurniawan IPK 3,84, Muslimat IPK 3,84, Nurdin Mardan IPK 3,96, Tri Yuliana E IPK 3,92, Safariah IPK 3,85, Sulima IPK 3,70, Azamudin IPK 3,62, Fitrianti IPK 3,76 dan Simiati IPK 3,53.
Selain itu, Kaimudin dengan nilai IPK 3,47, Masriah nilai IPK 3,46, Wa Ode Nikmatia nilai IPK 3,55, Jumiadin nilai IPK 3,58, Wa Ode Usnia nilai IPK 3,18 dan Ernawati dengan nilai IPK 3,55. Dari semua nama tersebut dikukuhkan sebagai magister sains atau Strata Dua (S2) di aula istanah Ilmiah Unidayan pukul 09.00 Wita.
"Jadi alhamdulillah malam ini kita meluluskan lagi Magister sain (MSi) baru dari jurusan administari publik sebenarnya. Maskipun mereka masih menggunakan program studi administrasi negara. Jadi alhamdulillah ini yudisium yang ke 17 tahun 2018,"kata Wa Ode Hanfiah.
Direktur program pascasarjana ini menambahkan, sebenarnya ada 17 orang yang sudah dikukuhkan tahun ini. Kata dia, namun yang dilaporkan ke L2DIKTI Makassar ada 10 orang yang sudah diverifikasi. Sehingga tujuh orang itu belum bisa mengikuti wisuda melainkan pada April 2019 mendatang. Meskipun begitu, sudah selesai pada saat yudisium.
"Satu hal yang kita harapkan dan kita banggakan bahwa di Baubau itu ada satu Univestias yang menyelenggarakan program pascasarjana, jadi alhamdulillah Unidayan. Kita punya harapan tidak hanya pada program ilmu administrasi negara, tetapi kita lagi genjot beberapa program studi untuk bisa dibuka seperti bahasa Inggris,"bebernya.
Lulusan terbaik program pascasarjana Unidayan Baubau, Nurdin Madan MSi mengatakan, atas nama mahasiswa yudisium meminta maaf yang sebesar bila mana dalam kegiatan proses belajar mengajar terjadi sesuatu yang diluar kemampuan. Tidak hanya itu, mewakili para alumni ia juga mengucapkan banyak terimakasi kepada dosen atas ilmu yang diberikan.
"Atas nama alumni memohon maaf yang sebesar-besarnya bila mana selama ini interaksi kami terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Tatklupa juga kami memohon doa semoga ilmunya bisa bernilai ibadah disisi Allah SWT," tutup Nurdin.(m2)
17 Mahasiswa Pascasarjana Unidayan bersama dosen usai mengikuti yudisium di aula istanah ilmiah