Densus 88 Amankan Seorang Terduga Teroris di Sleman

PUBLIKSATU, Seorang terduga teroris berinisial IAZ, 18, dibekuk Densus 88 di RT 6/ RW XVIII, Dusun Krapyak, Kelurahan Sidoarum, Godean, Kabupaten Sleman, Jogjakarta, kemarin siang (11/12). Pria asal Indramayu itu sehari-hari merupakan karyawan sebuah perusahaan roti.
Ketua RT 6, Petrus Suherman mengatakan, penangkapan dilakukan oleh beberapa anggota kepolisian yang memakai pakaian preman. "Saya tanya institusinya, katanya dari Densus 88," katanya, ditemui JawaPos.com di rumahnya, Rabu (12/12).
Sepengetahuannya, ada empat orang yang diciduk polisi. Ada yang dibawa memakai kendaraan sepeda motor dan mobil. "Saya tidak tahu namanya siapa saja yang diamankan, dan berapa pastinya. Karena petugas tidak secara resmi mengatakannya," tambahnya.
Selain mengamankan 4 orang, Korps Burung Hantu juga menyita beberapa barang bukti. Seperti tas, dokumen-dokumen pribadi, dan tinta printer. "Lamanya sekitar 15 sampai 30 menit," lanjut Petrus.
Petrus menambahkan, dirinya hanya diminta untuk menjadi saksi saja dalam pengamanan itu. "Barang bukti hanya ransel, beberapa dokumen. Kalau untuk busur panah tidak ada yang saya tahu," katanya.
Ia juga tidak terlalu mengetahui perilaku IAZ. "Kalau untuk kesehariannya, hanya tahu sering beli di warung saja," ucapnya
Sementara itu, Kepala Depo Jogja-Solo perusahaan roti tempat terduga teroris bekerja, Muhammad Gilang Syarifuddin, 25, menerangkan, IAZ sudah menjadi karyawannya selama tiga bulan. "Sebenarnya mau resign, tapi kami tahan karena sedang ada promo. Jadi kami minta untuk bantu-bantu," terangnya.
Gilang menambahkan, yang ditahan hanya IAZ saja. Sedangkan yang lain, meski sempat diciduk, namun saat ini sudah dipulangkan. "Semuanya yang saksi sudah pulang dan kembali bekerja. Hanya seorang saja (IAZ) yang ditahan di Mapolda DIJ," tambahnya.
Selama bekerja di perusahaan roti itu, IAZ memang dikenal sedikit tertutup. Namun yang bersangkutan selalu responsif ketika ada keperluan pekerjaan. "Kalau sedang ada kegiatan mancing, atau bermain PS (PlayStation) juga ikut. Kalau cara berpakaian juga ikut style, tidak terlalu terlihat agamis," sambung Gilang.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yuliyanto membenarkan penangkapan IAZ. "Iya, Polda DIJ hanya membantu Densus 88 Mabes Polri mengamankan satu orang di daerah Godean," tegasnya.
Dia juga membenarkan bahwa IAZ bukan warga asli Sleman. ”Bukan warga situ, tapi orang Jawa Barat,” lanjut perwira polisi dengan dua melati di pundak itu.
(dho/JPC)