Guru Harus Saingi Kemajuan Teknologi

PUBLIKSATU, BAUBAU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau bertekad menciptakan dunia pendidikan berkualitas. Guru dianggap sebagai salah satu faktor penentu untuk mencapai tujuan tersebut.
"Saya selalu gaungkan bagaimana membangun trust (kepercayaan) di dunia pendidikan se-Kota Baubau. Sehingga orang begitu menyekolahkan anaknya, bisa nyaman dan yakin bahwa anaknya berprestasi," ujar Plt Kadis Dikbud Baubau, La Ode Aswad di ruang kerjanya, Rabu (12/12).
Menurut Asisten I Setda Baubau ini, untuk membangun kepercayaan di dunia pendidikan itu harus didukung dengan peningkatan infrastruktur sarana dan prasarana memadai. Tak kalah pentingnya pula adalah pengembangan kompetensi guru sesuai dinamika zaman.
"Tenaga pendidik harus memiliki kapasitas satu tingkat lebih tinggi daripada anak didiknya. Karena kemajuan teknologi ini bisa jadi anak-anak lebih cepat dapat informasi ketimbang guru akibat terbukanya media sosial sekarang ini," imbuhnya.
Kata dia, saat ini guru di Kota Baubau baik berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun honorer berjumlah 2.156 orang. Pada dasarnya jumlah guru tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan semua sekolah mulai dari PAUD/TK, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Cuma yang perlu kita perhatikan ini distribusi yang belum sepenuhnya merata di sekolah-sekolah. Banyak faktor penyebabnya, salah satunya karena guru lebih memilih ditempatkan di pusat kota," tukasnya.
Kendati begitu, tegas dia, pihaknya berencana melakukan distribusi guru secara merata secara perlahan. Desember ini, pihaknya meminta sekolah-sekolah untuk menyerahkan data terbaru terkait guru.
"Data SAL itu misalnya guru matematika seharusnya berapa, yang ada berapa, kalau lebih berapa. Tentu dalam rangka melakukan distribusi atau mutasi guru ini sebaiknya dilakukan awal-awal tahun ajaran baru atau semester," pungkas Aswad.(exa)